Yuk, Hidup Sehat, Lakukan Cara Sederhana untuk Batasi Gula, Garam, dan Lemak, Perhatikan Anjuran dari Kemenkes

Nyedulur
  • 25 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Food Network.

Jangan ragu untuk menolak makanan instan dan cepat saji. Kedua makanan ini bisa menimbulkan dapak buruk bagi kesehatan. Toh, makanan ini hanya bisa mengenyangkan dan tidak banyak memberi nutrisi bagi tubuh.

Malahan makanan instan dan cepat saji kini makin mudah dijumpai. Bahkan di toko-toko kelontong tepi jalan menjajakan makanan tersebut. Meski tidak seperti yang ada di pusat perbelanjaan modern.

Tidak bisa dibantah bila makanan cepat saji dan instan telah menjadi komponen kemajuan teknologi. Untuk mendapatkannya bisa menghemat waktu dan praktis dari sisi kemasan. Tapi makin sering dikonsumsi bisa membuat perut makin buncit.

Akan tetapi, karena serbuan pangan instan telah mengubah pola makan yang tidak sehat. Yakni tinggi lemak, gula, garam, dan rendah serat. Dampaknya mudah menjumpai kegemukan dan penyakit degeneratif atau fungsi organ tubuh yang melemah.

Bila ingin sehat, cobalah mengikuti anjuran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 tentang konsumsi gula, garam, dan lemak.

Mengutip Kumparan, jika pemerintah mencantumkan informasi mengenai batasan kandungan gula, garam, dan lemak atau yang disingkat GGL.

Bukan tanpa alasan, karena sepatutnya makanan memperhatikan batasan ketiga kandungan dalam makanan tersebut. Terlebih, GGL menjadi bumbu utama hampir pada semua masakan yang kita makan.

Jika dikonsumsi berlebihan, bukan tak mungkin bisa mengganggu kesehatan. Menimbulkan berbagai penyakit, yang bahkan berujung pada kematian. Sebut saja, diabetes atau penyakit jantung.

Guna mencegah menyerang kesehatan tubuh, Kemenkes mengeluarkan peraturan mengenai batasan konsumsi GGL harian.

Mengutip website resmi Kemenkes melalui Kumparan, kelebihan konsumsi garam dapat berdampak pada meningkatnya darah tinggi. Sedangkan gula memunculkan diabetes.

Dalam peraturan tersebut, Kemenkes mengatur jumlah konsumsi gula per orang per harinya adalah 10 persen dari total energi (200 kkal). Konsumsi ini setara dengan empat sendok makan atau 50 gram.

Sebagai perbandingan, menurut data yang dipaparkan oleh Felicia Kartawidjaja Putra, M.Sc., Manager of Nutrifood Research Center, dalam minuman thai tea yang umum kita konsumsi mengandung 3-4 sendok makan gula.

Bila mengonsumsi minuman tersebut hingga habis, maka jatah konsumsi gula harian pun telah di batas maksimal.

Sedangkan, untuk batasan jumlah konsumsi garam, sepatutnya tak lebih dari 2000 miligram natrium per orang per hari. Batasan ini setara dengan satu sendok teh atau 5 gram.

Agar lebih mudah, biasanya dalam sebungkus mi instan, Felicia menjelaskan makanan tersebut sudah mengandung 1/2 sendok teh garam.

Artikel Lainnya