nyedulur.com

Yah, Garuda Rugi Besar, Tidak Ada Penerbangan Haji Pemicunya

CNBC Indonesia
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Kuartal ketiga tahun 2020 menjadi masa suram bari Garuda Indonesia. Berdasarkan laporan keuangan tahunan, satu-satunya airline pelat merah itu mengumumkan kerugian.

CNBC Indonesia mencatat bahwa pendemi Covid-19 kuartal ketiga tahun ini menyebabkan perusahaan rugi sekitar USD1,07 miliar atau sekitar Rp15,58 triliun. Padahal periode yang sama tahun lalu, emiten berkode GIAA ini masih meraup untung USD122,4 juta.

Faktor utama kerugian ini lantaran pendapatan yang turun drastis mencapai 67,83 persen year on year (YoY), menjadi Rp1,13 miliar (Rp16,51 triliun) pada akhir September lalu. Turun dari pendapatan di akhir September 2019 yang senilai USD3,54 miliar.

Penurunan paling besar terjadi pada pendapatan penerbangan berjadwal yang turun menjadi USD917,28 juta dari sebelumnya USD2,79 juta.

Kemudian penerbangan tidak berjadwal juga turun USD46,92 juta dari sebelumnya USD249,91 juta. Penurunan ini utamanya karena tak adanya penerbangan haji tahun ini. Padahal pendapatan penerbangan haji berkontribusi cukup besar.

Pendapatan lain-lain juga turun drastic, dari USD494,89 juta menjadi USD174,55 juta, karena turunnya seluruh komponen jasa yang dimiliki grup Garuda Indonesia. Terutama disebabkan tak adanya pendapatan dari jasa ground handling dan turunnya pendapatan dari jasa pemeliharaan dan perbaikan pesawat.

Perusahaan berupaya menurunkan beban usaha sepanjang tahun ini sehingga pada periode tersebut beban usaha turun menjadi USD2,24 miliar dari sebelumnya di akhir kuartal III-2019 sebesar USD3,28 miliar. Ini pengumuman resminya.

Artikel Lainnya