nyedulur.com

Ya Ampun, Kopi dan Rokok Sumbang Angka kemiskinan, Ini Hasil Survei BPS Banten

Nyedulur
  • 15 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Pinterest.

Rokok dan kopi sulit dipisahkan. Keduanya menjadi bagian dari aktivitas laki-laki di Indoensia sebelum memulai pekerjaan. Keduanya sepertinya sudah menjadi bagian lifestyle masyarakat di desa hingga kota.

Sebetulnya kopi dan rokok bisa memicu masalah kesehatan. Cukup banyak penyakit yang disebabkan rokok dan kopi jika dinikmati bersamaan. Salah satunya adalah risiko penyakit jantung.

Beda halnya dengan di Banten. Dilansir dari Kompas, jika rokok dan kopi menyumbang angka kemiskinan, baik di perkotaan ataupun di pedesaan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Adhi Wiriana yang mengacu hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Berdasar hasil Susenas pada September 2020 diketahui bahwa jumlah penduduk miskin di Banten meningkat menjadi 857.064 orang, atau bertambah 81.065 orang dibanding bulan Maret 2020.

“Untuk di perkotaan orang-orang yang masuk kategori di bawah garis kemiskinan masih banyak membelanjakan uangnya untuk membeli rokok filter,” Adhi menjelaskan.

Di perkotaan, komoditas rokok menjadi penyumbang utama, yakni sebesar 18,13 persen.

Lalu disusul beras 12,63 persen, susu bubuk 3,77 persen, telur ayam ras 3,32 persen, dan daging ayam ras 2,58 persen.

Bagi masyarakat perdesaan, beras menjadi yang terbanyak, sejumlah 22,09 persen.

Kemudian rokok kretek filter 15,54 persen, telur ayam ras 3,93 persen, kopi bubuk dan kopi instan 3,43 persen.

Dari hasil survei itu diketahui pula bahwa selama masa pandemi Covid-19 tercipta fenomena baru. Yakni maraknya belanja kopi yang dilakukan oleh masyarkat tergolong miskin di daerah perdesaan.

“Ini fenomena baru, kopi berperan penting pada garis kemiskinan. Mungkin karena masyarakat ada kegiatan ronda malam sehingga membeli kopi untuk menjaga tetap segar, tetap melek,” kata Adhi.

Untuk komoditas nonmakanan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, penyumbang kemiskinan terbesar adalah biaya rumah.

Artikel Lainnya