nyedulur.com

Ya Ampun, Jalani Diet, Tapi Perut Masih Buncit, Kenali Penyebabnya

Nyedulur
  • 25 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Talangan Today.

Memiliki perut buncit kerap mengganggu penampilan. Terlebih bagi perempuan yang mendambakan tubuh ideal. Dampaknya kerap kurang percaya diri saat mengenakan berbagai busana.

Menumpuknya lemak di perut kerap disepelekan. Sementara memiliki perut buncit bisa memicu berbagai penyakit kronis mulai diabetes hingga kanker. Oleh karena itu, jangan sesekali meremehkan perut buncit.

Langkah untuk menghilangkan lemak di perut bisa dilakukan dengan diet. Ditambah dengan olahraga. Tapi, jurus sehat itu tak membawa dampak. Diet sudah, olahraga juga sudah, tapi tetap saja gemuk. Bisa jadi inilah penyebabnya.

Kata Healthline melalui CNN Indonesia, lupa soal makan saat sedang diet terjadi pada banyak orang. Penting untuk mengingat makanan apa yang harus dikurangi atau mengurangi porsi makan.

Memantau segala jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam catatan harian dapat membantu program diet.

Sebuah studi yang mengharuskan para pelaku diet mencatat jurnal makanannya secara konsisten. Sebetulnya cara terbukti bisa menurunkan berat badan lebih banyak.

Adanya catatan makan, memudahkan mengingat dan melacak, apa saja yang dikonsumsi dan batasan porsi dari jenis makanan yang dimakan.

Selain itu, perbanyak konsumsi protein. Dengan mengonsumsi protein kadar 25-30 persen dari kalori harian berpotensi meningkatkan metabolisme tubuh hingga 80-100 kalori per hari.

Peningkatan tersebut secara otomatis membatasi keinginan untuk mengunyah. Nyemil, gaes. Tentu saja bisa mengurangi asupan kalori berlebih yang diterima tubuh. Itu terjadi karena kandungan pada protein membantu mengurangi tingkat hormon kelaparan yang disebut ghrelin.

Sarapan adalah waktu terbaik tubuh untuk menyerap protein. Berdasar sebuah studi yang menunjukkan bahwa sarapan berprotein tinggi bisa awet kenyang. Umumnya lebih sedikit makan, tidak mudah lapar, dan mampu menekan ngemil sepanjang hari.

Sulit memang mengendalikan jumlah asupan kalori untuk menurunkan berat badan. Kebanyakan pelaku diet gagal membatasi asupan kalori saat cheating day di akhir pekan. Agar asupan kalori terpantau dengan baik saat cheating day, Anda perlu menghitung besaran kalori yang dibutuhkan.

Banyak cara untuk menghitung besaran kalori yang dibutuhkan. Misalnya menggunakan kalkulator untuk menghitung berapa banyak kalori yang harus dikonsumsi. Kini banyak aplikasi yang menyediakan kalkulator kalori atau penghitung kalori.

Unduh aplikasi tersebut untuk membantu menghitung besaran kalori yang dibutuhkan agar jumlah kalori yang dibutuhkan terkendali dengan baik.

Penyebab diet tapi berat badan tidak turun lainnya adalah kurang minum air putih. Minum air putih bermanfaat untuk menurunkan berat badan lebih cepat.

Artikel Lainnya