Ya Ampun, Anak Siapa Ini? 10 Bocah di Surabaya Olok-olok dan Memaki Petugas, Masih Melempari Mobil Patroli, Diciduk Polrestabes

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Pinterest.

Dalam beberapa bulan terakhir ini remaja di Surabaya mendapat sorotan. Masalahnya cukup sering terjadi tawuran antarklompok. Tidak sedikit tawuran itu menyebabkan timbul korban dan luka-luka.

Itu sebabnya Polrestabes Surabaya menerjunkan patroli Rainmas untuk mengantisipasi tawuran. Petugas disebar di beberapa titik yang diduga kerap timbul tawuran remaja antargeng.

Celakanya petugas mendapat perlawanan dari sepuluh anak. Tapi perlawanan yang dilakukan bukan dengan fisik. Petugas diolok-olok, dimaki, dan dicaci. Bahkan mobil patroli tak luput dari pelemparan batu.

Ceritanya begini. Mengutip Beritajatim, terdapat 10 anak bemain bola di sekitar pasar loak Kemayoran Jalan Pasar Turi, belakang Kantor Dinas Pemadam Kebakaran, Bubutan, Minggu 18 April 2021 dini hari WIB.

Menurut warga sekitar, petugas saat itu curiga anak-anak ini hendak melakukan aksi tawuran yang marak di Kota Pahlawan.

Namun, belasan anak yang bermain bola ini ternyata enggan dibubarkan petugas. Malahan anak-anak itu mengejek, mengolok-olok, bahkan memaki petugas kepolisian.

“Awalnya main bola biasa. Anak-anak itu juga warga Kemayoran kok, bukan anak luar. Tapi karena main bola hingga dini hari, mereka pun dibubarkan lantaran ditakuti ikut bentrok,” jelas Faidah (26), warga Kemayoran, Bubutan, Surabaya, mengutip Beritajatim, Senin 19 April 2021.

Usai dibubarkan, tak hanya mengolok, meledek dan memaki petugas. Belasan anak ini justru melempar batu ke mobil patroli kepolisian. Walhasil, aksi ini membuat geram petugas yang hendak putar balik untuk berpatroli ke wilayah lain.

Petugas kembali dan mengejar anak-anak ini hingga tertangkap. Menurut warga sekitar. anak yang tertangkap ada 10 orang. Mereka dinaikkan mobil patroli karena nakal dan melempar batu tersebut.

“Iya mobil patroli dilempar batu dan petugas langsung menangkap. Tapi yang kena hanya 10 anak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Sabhara, Polrestabes Surabaya, AKBP Herman Priyanto membenarkan adanya penangkapan 10 anak ini. Menurutnya, mereka diamankan lantaran menolak dibubarkan dan bahkan melempar batu ke mobil petugas.

“Iya benar ada 10 anak yang kita amankan,” jelasnya.

Artikel Lainnya