Ya Allah, Ustaz Pamekasan Kejam, Aniaya Santri Hingga Cacat Permanen, Sekarang Diselidik Polisi

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Suara.com.

Seorang santri asal Pamekasan diduga dianiaya guru ngajinya. Di sebuah pondok pesantren pula. Dugaan pengaiyaan itu membuat santri menjalani cacat permanen. Fisiknya tidak bisa dikembalikan ke bentuk asal. Kejam!

Santri berinisial F (14) menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Palenangan, Pamekasan. Harapannya bisa mendapat bekal ilmu agama yang baik.

Kini dia terbaring di rumah sakit. Batok kepalanya retak, dahinya bengkak, dan kelopak matanya membiru. Diduga terkena hantaman benda tumpul.

Dikutip dari Suara, saat ini F tengah dirawat di RSUD DR Soetomo. Sebelumnya dia dirawat di RS dr Slamet Martodirjo, Pamekasan.

Polres Pamekasan menduga F dianiaya seorang ustaz berinisial A di ponpes tersebut. Saat ini pihak Polres Pamekasan tengah melakukan penyelidikan.

“Anggota kami telah melakukan penyelidikan awal dengan mendata korban dan terduga pelaku penganiayaan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo dikutip dari Antara melalui Suara, Selasa 5 Januari 2021.

Menurut Adhi, korban dipukul dengan bantalan Al Quran yang terbuat dari kayu hingga menyebabkan batok kepalanya retak.

Akibat kejadian itu, korban langsung pingsan dan dirujuk ke RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan. Namun, pihak rumah sakit tidak bisa menangani korban karena terkendala perawatan sehingga korban dirujuk ke Surabaya.

Paman korban Taufiqurrahman menjelaskan bahwa akibat kejadian itu keponakannya mengalami cacat permanen. Dia harus menjalani operasi batok kepala karena batok kepalanya retak. Kabarnya korban belum sadarkan diri. Kejam!

Artikel Lainnya