Wuih, Jenazah Maradona Diangkat dari Kubur, Ingin Diawetkan seperti Pemimpin Uni Soviet

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona telah dikebumikan November lalu. Namun jenazah mantan bintang Barcelona dan Napoli itu diangkat kembali.

Sejumlah pejabat setempat melakukan autopsi terhadap jenazah si Tangan Tuhan. Langkah ini untuk mengetahui apakah Maradona mengonsumsi obat-obatan sebelum meninggal.

“Tidak ada obat (ilegal),” kata seorang pejabat pengadilan.

Sudah rahasia umum jika Maradona cukup dekat dengan obat-obatan. Dia pernah mengonsumsi tujuh obat untuk meredakan depresi dan kecemasan.

Bahkan dia pernah terlibat dengan obat-obatan terlarang, termasuk narkotika. Salah satunya tuduhan penggunaan kokain pada Piala Dunia 1994 yang membuatnya mundur dari timnas Argentina.

Sampel urine dan darah diambil untuk kepentingan autopsi. Darah dan urine ini sangat penting untuk mengetahui penyebab kematiannya. Sebab Maradona memiliki masalah dengan ginjal, jantung, dan paru-parunya.

Maradona meninggal di usia 60, pada 25 November 2020 lalu, akibat henti jantung. Sebelumnya Maradona sempat menjalani operasi pendarahan di otak. Namun tidak ada kaitanya antara kematiannya dengan pendarahan di otak.

Dalam sebuah kesempatan, Maradona pernah mengatakan agar jenazahnya diawetkan saat meninggal. Dia ingin meniru pemimpin Uni Soviet, Vladimir Lenin, yang jasadnya awet sejak meninggal pada 1924.

Artikel Lainnya