nyedulur.com

Wuidih, Pasca Ultimatum Pembubaran FPI, Warga Tolak Kedatangan Rizieq

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Rizieq Shihab langsung menyusun sejumlah agenda setelah sepuluh hari di Indonesia. Pekan lalu Rizieq menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus hajatan pernikahan putrinya.

Kini kegiatan lain sudah menanti. Salah satunya adalah menggelar dakwah di Makassar, Sulawesi Selatan. Namun sejauh ini belum dipastikan rencana dakwah yang dilakukan petinggi FPI itu.

Masalahnya pihak kepolisian belum memberinya izin. Kepolisian tidak mau kecolongan seperti kegiatan di Jakarta maupun Bogor beberapa waktu lalu. Buntutnya dua jenderal dicopot dari jabatan kapolda.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Witnu Urip Laksana mengatakan bahwa pihaknya fokus melakukan penanganan Covid-19. Masalahnya penyebaran virus corona di Makassar masih tinggi.

“Mari fokus mengendalikan Covid-19, patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan,” ungkapnya, Sabtu 21 November 2020.

Sebelumnya sejumlah elemen masyarakat di Medan, Sumatra Utara menolak kedatangan Rizieq. Front Pembela Pancasila (FPP) Medan menilai kedatangan Rizieq bisa memunculkan polemik.

FPP menggelar aksi damai di depan kantor Pemprov Sumut di Medan, Jumat 20 November 2020. Dalam aksi itu sejumlah massa menginjak-injak poster bergambar Rizieq.

Penolakan kedatangan Rizieq juga dilakukan oleh sekelompok massa di Banten yang tergabung Aliansi Warga Banten (AWAB). Mereka berunjuk rasa di Alun-alun Serang, Banten, pada hari yang sama.

Prinsip aksi massa hampir sama, yakni penolakan terhadap kedatangan petinggi FPI. Aksi itu turut dihadiri dua organisasi sayap NU, Banser dan Ansor.

Artikel Lainnya