Wow! Makanan Ini Bisa Bikin Umur Panjang dan Sehat, Kuy, Korek Rahasianya

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Gempuran teknologi digital membuat pola makan turut berubah. Salah satunya adalah mengonsumsi makanan junk food. Padahal makanan ini tidak sehat dan bisa menimbulkan berbagai penyakit.

Misal obesitas, munculnya diabetes tipe 2, memicu penyakit kardiovaskular, dan berbagai jenis penyakit lainnya.

Nah, di tengah pandemi Covid-19 saat ini pola makan telah berubah. Masyarakat memilih back to nature. Yakni kembali mengonsumsi makanan sehat. Tujuannya, ya itu tadi. Menyehatkan badan sekaligus memperpanjang umur.

Emang ada makanan yang bisa memperpanjang usia? Rangkuman CNN Indonesia cukup banyak makanan yang bisa menyehatkan dan memperpanjang usia.

Sebut saja brokoli, kembang kol, radish, kol, brussels sprouts, arugula, bok choy, dan lainnya, termasuk dalam sayuran Cruciferous.

Sayuran tersebut berfungsi sebagai pembangkit tenaga nabati dengan kemampuan untuk memodifikasi hormon manusia, mengaktifkan sistem detoksifikasi alami tubuh dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Sayuran ini juga yang paling padat nutrisi dari semua makanan. Konsumsi sayuran ini juga disebut bisa melindungi dinding pembuluh darah dari sinyal inflamasi yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

Selain menurunkan berat badan, asupan salad, sayuran hijau, atau sayuran mentah yang lebih banyak dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

Sayuran hijau juga kaya akan vitamin B folat, ditambah lutein dan zeaxanthin, karotenoid yang melindungi mata dari kerusakan ringan.

Cobalah kangkung, sawi, bayam, atau selada. Fitokimia yang larut dalam lemak, khususnya karotenoid, yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau mengandung efek antioksidan dan antiinflamasi dalam tubuh.

Mengutip Very Well Health dari CNN Indonesia, kacang merupakan sumber nutrisi tinggi dari lemak sehat, protein nabati, serat, antioksidan, fitosterol, dan mineral.

Kacang-kacangan adalah makanan rendah glikemik yang juga membantu mengurangi beban glikemik seluruh makanan, menjadikannya komponen penting untuk anti- diet diabetes.

Terlepas dari kepadatan kalori mereka, konsumsi kacang dikaitkan dengan penurunan berat badan, berpotensi karena penekanan nafsu makan dari komponen yang menyehatkan jantung.

Artikel Lainnya