Waspada, Tanda-tanda Wanita Menderita Sifilis Bisa Dilihat di Bagian Tubuh, Dampaknya Bisa Sebabkan Janin Meningal

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Today.com.

Memiliki tubuh yang sehat di tengah pandemi adalah harapan semua orang. Beberapa cara dilakukan di antaranya mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi. Ditambah dengan olahraga dan berpikir positif.

Namun, penyebaran virus yang sulit dikendalikan bisa berdampak pada imunitas tubuh cenderung kurang terjaga. Hal ini bisa menimbulkan penyakit berbahaya. bahkan mematikan.

Virus tidak hanya menyerang saluran pernapasan, seperti Covid-19. Virus juga bisa menyerang organ tubuh vital dan intim seseorang. Sebut saja siflis atau sering disebut sebagai raja singa.

Masih banyak yang menduga penyakit ini hanya menyerang pria. Padahal wanita hingga ibu hamil pun dapat mengalami sifilis.

Mengutip World Health Organization (WHO) melalui Mother and Baby, sifilis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan infeksi bakteri treponema pallidum.

Umumnya penyakit sifilis ditularkan melalui hubungan intim dengan orang yang sudah terinfeksi. Namun bisa juga ditularkan melalui kontak fisik atau pertukaran cairan tubuh.

Selain itu, sifilis juga bisa ditularkan ibu hamil ke janin di dalam rahimnya. Dampaknya bisa berujung kematian janin. Untuk meningkatkan kewaspadaan pada sifilis saat hamil, simak informasi berikut ini.

Setelah 2-3 minggu terserang bakteri treponema pallidum, tubuh akan menunjukkan gejala berbeda-beda sesuai dengan tahapan infeksinya. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala dan tanda sifilis sendiri terbagi menjadi empat.

Sifilis primer, ini terjadi ketika muncul luka atau lesi di area organ reproduksi, bagi wanita di area mulut vagina maupun di dalam kelamin.

Umumnya, luka ini tidak menyebabkan rasa sakit dan ukurannya terbilang kecil, hingga penderitanya mungkin tidak menyadari sudah terinfeksi sifilis. Luka ini mungkin muncul selama 3-6 minggu, dan bisa jadi belum sembuh jika tidak ditangani dengan benar.

Sifilis sekunder, di tahap ini muncul rumah kulit atau lesi membran mukus, yang bisa muncul di area mulut, vagina, atau bahkan anus. Ruam ini bisa muncul setelah luka tahap satu hilang, atau bersamaan.

Rumah ini umumnya kasar, kemerahan, atau berbentuk titik cokelat kemerahan di tangan dan telapak kaki, sering kali disertai gejala demam, pembengkakan kelenjar, sakit tenggorokan, rambut rontok, pusing, nyeri otot, dan mudah lelah.

Selajutnya, sifilis laten adalah tahap di mana sifilis tidak menunjukkan gejala dan tanda yang tampak.

Jika sifilis di dua tahap sebelumnya tidak ditangani dengan baik, penderitanya mungkin akan terus mengalami sifilis salam bertahun-tahun tanpa ada tanda dan gejala. Ya, inilah tahap lengah di mana penderitanya mengira ia sudah terbebas dari infeksi ini.

Di tahap ini, sifilis tersier dapat menyerang banyak organ tubuh, termasuk jantung, pembuluh darah, otak, dan sistem saraf. Tahap tersier ini sangat serius dan bisa terus menyerang hingga 10-30 tahun sejak pertama kali terinfeksi. Kerusakan organ akibat sifilis tersier bisa berakibat kematian.

Artikel Lainnya