Waspada, Label dan Kandungan Sunscreen asal Korea, Diduga Tidak Aman

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Shutterstock.

Dunia entertainment asal Korea Selatan benar-benar menjadi daya tarik. Banyak produk yang berkaitan dengan dunia entertainment asal Korea masuk ke Indonesia.

Produk kecantikan misalnya. Cukup banyak produk asal Negeri Ginseng ini di tanah air. Beberapa di antaranya ada yang diendors oleh artis dari negeri asalnya.

Produk kecantikan Korea yang tersebar di pasaran pun relatif beragam. Salah satunya sunscreen, Purito Centella Green Level Unscented Sun SPF50+, produk ini sempat menduduki puncak daftar sunscreen favorit sejak diluncurkan.

Produk ini dipuji karena perlindungan tinggi terhadap dampak buruk paparan sinar matahari, hidrasi tepat, dan rasa ringan tanpa meinggalkan jejak putih di wajah.

Skincare enthusiast juga terkesan bahwa SPF spektrum luas seperti itu dapat dicapai hanya dengan dua filter organik, yakni tiga persen Uvinul A dan dua persen Uvinul T.

Melansir laman Vogue melalui Liputan6, formula produk K-beauty ini tampaknya ahli kimia kosmetik dan spesialis mulai mempertanyakan terkait klaim label Purito.

Setelah beberapa lama, ada pengguna melaporkan tetap terbakar sinar matahari saat memakai produk sesuai petunjuk.

Kecurigaan ini mulai terurai ketika Judit Racz, pendiri glosarium bahan INCI Decoder, mengirim sampel sunscreen ke laboratorium independen untuk dua tes terpisah, satu in-vitro dan satu in-vivo.

Hasilnya menilai perlindungan asli tabir surya ada di SPF19, bukan SPF50+ yang diklaim, atau SPF84.5 yang dilaporkan Purito. Setelah Racz membagikan hasilnya secara daring, komunitas perawatan kulit digital mendadak ‘meledak’.

Beberapa blogger bahkan khawatir bahwa produk K-beauty tak lagi aman digunakan. Sementara yang lain beranggapan seluruh pasar kecantikan Asia tak dapat disalahkan atas skandal satu merek.

Atas temuan itu, Purito merilis pernyataan di Instagram, mengutip produsen pihak ketiga sebagai ‘penjaga gerbang’ untuk pengujian tingkat SPF.

“Kami telah memercayai perusahaan manufaktur, dan menerima masalah yang ditimbulkan. Kami akan mengambil situasi ini sebagai pelajaran, dan memeriksa detailnya dengan lebih banyak pihak selama proses pengembangan produk,” ungkapnya.

Artikel Lainnya