Waspada, Alat Bekas Digunakan Rapid Test, Lima Petugas Bandara Kualanamu Diperiksa Polda Sumut, Apa Kata Kimia Farma?

Nyedulur
  • 16 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Pikiran Rakyat.

Berhati-hatilah saat melakukan rapid test bila hasilnya meragukan. Baru-baru ini lima petugas dari Kimia Farma Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatra Utara ditangkap polisi, Selasa 27 April 2021.

Penangkapan terhadap kelimanya lantaran menggunakan alat bekas untuk melakukan rapid test terhadap penumpang di Gedung Perkantoran Angkasa Pura II Kualanamu.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik, Adil Fadillah Bulqini menjelaskan, entitas bisnis tersebut merupakan cucu PT Kimia Farma Tbk. Pihaknya tidak menampik terhadap lima karyawannya yang tengah diperiksa Polda Sumatra Utara.

Adil Fadilah Bulqini berjanji segera melakukan evaluasi SOP (standard operating procedure) petugas pelayanan rapid test di Bandara Kualanamu untuk menjaga tidak terulangnya penggunaan rapid test bekas.

“Kita tidak ingin lagi terjadi pelanggaran yang dilakukan oknum petugas pelayanan rapid test yang merugikan masyarakat,” kata Fadilah mengutip Antara melalui Beritasatu.

Dia menambahkan bahwa Kimia Farma Diagnostik melakukan monitoring pelaksanaan SOP petugas pelayanan rapid test di Bandara Kualanamu dan beberapa bandara lainnya.

Hal ini dilakukan, sehingga ke depan tidak terjadi lagi kesalahan yang melanggar SOP oleh petugas pelayanan rapid test.

Pihaknya juga mendukung pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan polisi terkait dugaan penggunaan bahan habis pakai secara berulang. Menurutnya, hal tersebut sangat bertentangan dengan prinsip dan SOP. 

“Apabila terbukti benar, itu adalah perbuatan oknum karyawan kami, dan kami akan berikan tindakan tegas dan sanksi berat sesuai ketentuan berlaku, maupun aturan kepegawaian yang berlaku di internal kami,” katanya mengutip Kompas, Rabu 28 April 2021. 

Adil menambahkan, prinsipnya bahwa pengadaan reagensia atau kit rapid test ini dilakukan secara terpusat di Jakarta. Selain itu, sudah lolos uji komparasi dengan hasil Polymerase Chain Response (PCR) dan antigen dengan kesesuaian 100 persen. 

Menurutnya, dalam 1 paket rapid test kit harga per unitnya sudah diperhitungkan dengan harga layanan. Menurutnya, penggunaan secara berulang, secara material tidak bermakna.

Artikel Lainnya