Warga Magetan Sedih, 2,5 Ton Gabah Kering Disapu Banjir, Makan Apa?

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Deposit Photos.

Banjir di Desa Banjarpanjang, Magetan tidak hanya menghentikan aktivitas warga. Tapi juga menimbulkan masalah baru lainnya.

Di mana sejumlah ternak dan pupuk tersapu banjir. Bahkan gabah kering 2,5 ton milik warga turut hanyut digulung banjir. Tentu masalah ini menimblkan kerugian bagi warga.

Dikutip Beritajatim, Kadimun (42) warga Desa Banjarpanjang dan petani lainya, mengaku seusai panen belum sempat menyimpan gabah, yang akhirnya terseret banjir.

“Setelah panen sekitar dua ton lebih saya jemur dan belum saya masukkan karung, hanyut terseret banjir semalam mas,” katanya, dikutip dari Beritajatim, Kamis 18 Maret 2021.

Warga lainnya, Suprapto mengaku kehilangan puluhan ton pupuk yang baru datang, juga rusak akibat terendam banjir. Belum ternak ayam dan bebek warga juga mati akibat tersapu banjir.

“Tinggi lumpur dalam rumah kurang lebih 25 cm. Total kerugian warga mencapai ratusan juta, saya cuma bisa pasrah. Namanya juga musibah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santosa mengungkapkan, ada dua hal yang menyebabkan di dua RT, Desa Banjarpanjang.

Fakor pertama adalah intesitas hujan yang tinggi. Sedangkan persoalan kedua disebabkan rumpun bambu yang terbawa banjir, tersangkut pada jembatan. Inilah yang menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

“Rumpun bambu memenuhi sungai dan tersangkut pada bawah jembatan banjar, sehingga air sungai makin meluap hingga menggenangi 42 rumah di dua RT, ratusan ternak mati. Beberapa ton gabah dan pupuk hanyut terbawa banjir, untungnya tidak ada korban jiwa,” papar Ari Budi.

Artikel Lainnya