Waduh, Tak Ada Airline Indonesia dalam 20 Besar Pesawat Teraman di Dunia, Ini Sebabnya

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Nyedulur.

Industri penerbangan dalam negeri tengah menjadi sorotan dunia. Salah satu sebab adalah jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 pada Sabtu 9 Januari 2021 lalu.

Jatuhnya pesawat tersebut dua tahun setelah insiden serupa di lokasi yang tidak jauh berbeda. Yakni Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Kerawang, Jawa Barat pada Oktober 2018.

Pendiri dan juga mantan CEO Sriwijaya Air, Chandra Lie, untuk pertama kalinya buka suara ke media terkait kecelakaan tersebut. Menurutnya, Manajemen Sriwijaya Air sangat terpukul atas musibah tersebut.

“Mohon dukungan dan doanya, kami sangat sedih dan terpukul atas kejadian ini,” kata Chandra Lie dikutip dari Kumparan.

Dari deretan kisah pilu jatuhnya pesawat di Indonesia, memunculkan fakta. Bahwa tidak ada satupun pesawat dalam negeri yang masuk 20 besar jajaran penerbangan teraman di dunia. Waduh-waduh.

Airline Ratings telah memantau total 385 airline di seluruh dunia. Hasilnya memang tidak ada airline domestik yang masuk sebagai perusahaan penerbangan paling aman di dunia.

Berdasarkan rating akhir yang dirilis di awal 2021, maskapai penerbangan Australia Qantas ditetapkan sebagai yang paling aman di dunia. Pesawat ini ditempatkan di posisi pertama.

Qantas memiliki komitmen dengan melatih kembali para pilotnya, sebelum bertugas kembali setelah lama tak terbang di masa pandemi.

Menurut Airline Ratings, para pilot yang menerbangkan Boeing 737 milik Qantas, harus menjalani pelatihan sebelum kembali mengudara. Anugerah posisi puncak sebagai maskapai penerbangan teraman di dunia, diraih Qantas selama tujuh kali berturut-turut.

Dari Asia Tenggara, hanya ada Singapore Airlines di posisi ke-4 sebagai maskapai penerbangan paling aman di dunia. Indonesia ada di urutan berapa? Ini urutannya.

Artikel Lainnya