Waduh, PT Antam Divonis Bersalah, Diwajibkan Bayar Kerugian 1,1 Ton Emas, Pengusaha Surabaya Merasa Ditipu

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Nyedulur.

Harga emas batangan pada Senin 18 Januari 2021, kurang lebih Rp944.000 per gram. Bila sepuluh gram saja setidaknya bisa menyimpan kurang minimal Rp8,9 juta. Apa jadinya jika punya logam mulia seberat satu ton? Berapa miliar rupiah yang dikantongi?

Itulah putusan Pengadilan Negeri Surabaya kepada PT Aneka Tambang. Perusahaan milik negara itu dianggap bersalah dan diwajibkan membayar kerugian seberat 1,1 ton emas kepada penggugat. Wuih.

Kumparan menulis perusahaan pelat merah ini digugat dengan nomor perkara 158/Pdt.G/2020/PN Sby dan diajukan oleh seorang pengusaha asal Surabaya, Budi Said, dan telah diputus pada 13 Januari 2021.

Gugatan ini bermula ketika Budi Said membeli emas Antam pada 2018. Dia membeli emas melalui Eksi Anggraeni yang mengaku sebagai marketing Antam.

Dalam transaksi itu, Eksi menjanjikan harga diskon kepa Budi. Lalu Budi memesan emas batangan sebanyak 7,071 ton kepada Eksi.

Tapi setelah Budi membayar Rp3,5 triliun, dia mengaku hanya menerima 5,935 ton. Karena yang diberikan Eksi adalah harga resmi emas batangan di Antam. Bukan harga diskon seperti yang dia janjikan.

Hal ini membuat Budi Said menggugat sejumlah pihak. Mulai dari Eksi Anggraeni; General Trading Manufacturing And Service Senior Officer Antam, Ahmad Purwanto; Tenaga Administrasi BELM Surabaya I Antam, Misdianto; Kepala BELM Surabaya I Antam, Endang Kumoro; Hingga PT Aneka Tambang Tbk.

Selain itu, Budi Said juga menyertakan tujuh pihak lain sebagai turut tergugat dalam perkara ini.

Majelis Hakim dalam putusannya, menyatakan menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya. Menyatakan Tergugat I, II, III, IV dan Tergugat V bersalah melakukan Perbuatan Melanggar Hukum yang merugikan Penggugat.

Dalam putusan itu, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam juga diputus harus mengganti kerugian terhadap Budi Said. Nilainya? Di sini.

Artikel Lainnya