nyedulur.com

Waduh, Harga Kedelai Melejit, Ukuran Tahu dan Tempe Susut, Pendpatan Industri Terhimpit

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Kontan.

Kasihan ibu rumah tangga. Tidak bisa menyuguhkan tempe maupun tahu untuk hidangan di rumah. Penyebabnya adalah kenaikan harga kedelai yang berakibat ukuran tahu dan tempe tidak seperti biasanya. Malahan harganya turut naik.

Kenaikan harga kedelai sudah dirasakan sejak akhir 2020 lalu. Di mana harga kedelai di pasar Kediri sudah mencapai Rp8.300 per kilogram pada liburan Natal. Harga itu terus melejit saat liburan tahun baru. Yakni dengan kisaran Rp9.100 per kilogram.

Dikutip dari Beritajatim, Slamet Widodo (30) salah satu pemilik industri tahu di Kediri mulai memangkas produksinya. Menurutnya, pendapatan dari berjualan tahu sudah susut 50 persen.

“Saat keadaan normal, kami mengolah sekitar 2,5 ton dalam sepekan untuk memproduksi tahu, sekarang hanya 1,5 ton saja,” kata Slamet, Selasa 5 Januari 2021.

Pemilik industri tahu populer di Kampung Tahu Kelurahan Tinalan, Kota Kediri itu memasok kedelai sesuai dengan pendapatan dan permintaan pasar. Dia hanya sanggup memproduksi sekitar separuh dari hari biasa.

Tidak hanya tahu saja pendapatannya. Sisa produksi atau ampas tahu diharapkan bisa menutupi tergerusnya pendapatan. Hasil penjualan limbah bisa membantu mengurai beban bahan bakar kayu, listrik, dan gaji buruh pembuat tahu.

“Ampas per masakan kami jual Rp 13.500 ribu, itu sekitar 10 sampai 11 kilogram. Cukup membantu tapi tidak terlalu banyak,” tuturnya.

Sementara itu, produsen tempe dari Kelurahan Tempurejo Kota Kediri, Ropingi (48) menjelaskan, kenaikan harga kedelai terjadi secara bertahap. Ini kata dia grafik kenaikan harga kedelai.

Artikel Lainnya