Waduh, Duit Korupsi Ekspor Benur Mengalir ke Penyanyi Dangdut, Ada Juga Pesilat Uzbekistan, Kok Bisa?

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Insert Live.

Nama pedangdut Betty Elista disebut-sebut menerima duit panas. Asalnya dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang kini menjalani persidangan.

Mengutip Kumparan, Betty disebut-sebut menerima uang suap benur sekitar Rp 15 juta dari Edhy sekitar September-Oktober 2020. Uang itu sengaja dibagikan Edhy kepada beberapa orang.

Salah satunya adalah pesilat asal Uzbekistan, Munisa Rabbimova Azim Kizi. Dia diduga menerima aliran dana sebesar USD5.000 atau sekitar Rp73 juta. Munisa merupakan pesilat Uzbekistan yang pernah berlaga pada Asian Games 2018 di Indonesia.

Hubungan dengan Munisa apa dong? Edhy disebut-sebut pernah menjadi pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Adapun uang itu diduga diberikan kepada Munisa melalui jasa pengiriman uang Western Union sekitar akhir Oktober 2020.

Fakta-fakta itu terungkap dalam sidang perdana kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 15 April 2021.

Jaksa penuntut umum KPK mendakwa Edhy menerima USD 77.000 atau sekitar Rp 1,1 miliar dan Rp 24.625.587.250 dari pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP), Suharjito serta para eksportir benih lobster yang lain.

Edhy menerima suap melalui perantara orang lain yakni dua staf khususnya, Safri dan Andreau Misanta Pribadi; sekretaris pribadinya, Amiril Mukminin; staf istrinya, Ainul Faqih; dan pengurus PT Aero Citra Kargo, Siswadhi Pranoto Loe.

“Terdakwa (Edhy Prabowo) melalui Amiril Mukminin dan Safri telah menerima hadiah berupa uang sejumlah USD 77.000 dari Suharjito selaku pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) dan terdakwa melalui Amiril Mukminin, Ainul Faqih, Andreau Misanta Pribadi, dan Siswadhi Pranoto Loe menerima hadiah berupa uang sebesar Rp 24.625.587.250 atau sekitar jumlah tersebut dari Suharjito dan para eksportir BBL (bening benih lobster) lainnya,” kata jaksa KPK saat membacakan dakwaan Edhy di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Artikel Lainnya