nyedulur.com

Unik, Komunitas Sepeda Lipat Magelang Padukan Jelajah Kota dan Camping

Nyedulur
  • 23 hari yang lalu
  • arief

SUmber Foto: Mainsepeda.id.

Sepeda dan camping adalah kegiatan yang berbeda. Keduanya memiliki komunitas tersendiri dan jarang dalam satu paket. Tapi keduanya bisa menyatu lantaran ada kesamaan visi.

Itulah yang dilakukan komunitas Selima atau Sepeda Lipat Magelang. Selima tidak sekadar keliling kota, atau city tour dalam bersepeda. Anggota ini juga mengpalikasikan dalam bentuk gowes plus camping.

Seperti diberitakan Main Sepeda, member dari Selima memiliki jiwa petualang. Itu sebabnya, Anjar Suwarno selaku inisiator mengajak rekan-rekannya camping setelah gowes.

Destinasi yang dituju di sekitar Magelang Raya. Mulai dari Waduk Sermo di Kulon Progo, Yogyakarta, Bukit Klangon (Sleman) dan Waduk Wadaslintang di Wonosobo, (Jawa Tengah).

Anjar bercerita, ia bersama sohibnya berangkat Sabtu pagi dan pulang keesokan harinya. Tugu Aniem di Magelang menjadi tempat kumpul favorit. Mereka bertolak pagi-pagi karena lokasi yang dituju berjarak di atas 75 kilometer.

Untuk menuju Waduk Wadaslintang, misalnya. Jika gowes dengan speed santai, mereka dapat tiba di lokasi sekitar pukul 16.00. Lalu mendirikan tenda dan menginap di sana.

“Biasanya kami melakukan ini setiap tiga bulan sekali. Untuk tahun ini, kami berencana camping di perbukitan di belakang bukit paralayang di Parangtritis,” kata Anjar, dikuti pdari Main Sepeda.

Dia menambahkan rencana tersebut akan diwujudkan sebelum Ramadan. Menurut rencana, gowes plus camping bisa dilakukan antara Bulan Februari atau awal Maret. Sekalian menunggu musim hujan reda.

Selima merupakan komunitas yang mulai digagas pada 2015 silam. Inisiatornya ada tiga orang, Herman Yulianto, Andi, dan Oland Dayan.

Herman dan Andi adalah kawan lama sesama pegowes. Mereka sering keliling Magelang dengan sepeda lipat. Kala itu pemilik sepeda lipat masih jarang.

Dalam perjalanan, mereka berjumpa Dayan, seorang penyiar asal Magelang yang bekarier di Yogyakarta. Dayan juga tergabung di komunitas Jogja Folding Bike.

Setelah bertemu dan ngobrol, Dayan lah yang mengompori Herman dan Andi untuk membuat sebuah wadah semacam komunitas.

Mereka aktif "meracuni" rekan sesama cyclist untuk hijrah ke sepeda lipat sepanjang triwulan terakhir 2015 silam. Usaha itu membuahkan hasil. Setelah terkumpul 25 orang, mereka sepakat untuk menegakkan bendera Selima pada 20 Maret 2016.

Artikel Lainnya