Turunkan Risiko Tekanan Mental, Cobalah Bermain di Alam Terbuka, Bisa Seru-seruan dengan Teman

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Shutterstock.

Jika Anda biasanya menghabiskan waktu di dalam ruangan hanya untuk bermain dengan gadget, sepertinya Anda harus mencoba hal baru. Misalnya bermain di alam atau di luar ruangan.

Karena dengan Anda menghabiskan waktu di alam terbuka sangat baik untuk kesehatan fisik maupun psikis. Apalagi di kala pandemi saat ini dibutuhkan situasi yang mendukung. Apapun sektornya.

Sebuah studi dari North Carolina State University melalui Suara, menemukan bahwa bermain di luar ruangan dan aktivitas berbasis alam mencegah masalah kesehatan mental akibat pandemi Covid-19 untuk remaja.

Temuan mereka telah diterbitkan pada International Journal of Environmental Research and Public Health.

Melansir dari Mdlinx melalui Suara, penelitian menunjukkan bahwa permainan di luar ruangan dan aktivitas berbasis alam dapat membantu remaja mengatasi stres akibat pandemi maupun bencana lainnya.

“Banyak hal terjadi dalam hidup dan mengajak anak keluar rumah secara teratur adalah cara mudah untuk membangun ketahanan mental,” kata Kathryn Stevenson, penulis studi dan asisten profesor taman rekreasi dan manajemen pariwisata di NC State.

Dalam survei yang dilakukan dari 30 April hingga 15 Juni 2020, peneliti meminta 624 remaja berusia 10 hingga 18 tahun, untuk melaporkan partisipasi mereka dalam rekreasi luar ruangan baik sebelum dan setelah pandemi.

Temuan tersebut mengungkapkan pandemi berdampak pada kesejahteraan mental. Di mana banyak remaja dalam survei, hampir 52 persen melaporkan penurunan kesehatan mental.

Terlepas dari penurunan partisipasi aktivitas luar ruangan ini, hampir 77 persen remaja yang disurvei percaya bahwa menghabiskan waktu di luar membantu mereka mengatasi stres yang terkait dengan pandemi Covid-19.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan mental dan rekreasi luar ruangan saling terkait.

“Studi ini memberi tahu kita bahwa rekreasi luar ruangan dapat meningkatkan kesejahteraan mental bagi anak-anak ketika risiki meningkat,” kata Stevenson.

Artikel Lainnya