nyedulur.com

Tunjukkan Bukti KTA dan Sudah Diperpanjang Tiga Kali, Seno: Mungkin Pak Hasto Lupa

Suara
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Pemilihan Wali Kota Surabaya tidak hanya panas antar kubu pendukung dan partai politik pengusung. Situasi pelik juga dialami internal keluarga pendiri PDI Perjuangan, almarhum Soetjipto.

Sebab dua putra mendiang Sekjen PDI Perjuangan itu memiliki sikap politik berbeda. Putra sulung Soetjipto, Jagat Hari Seno lebih memilih pasangan Machfud Arifin-Mujiaman.

Sementara putra bungsunya, Whisnu Sakti Buana memilih menjalankan amanah partai. Yakni mendukung pasangan Eri Cahyadi-Armuji yang diusung PDI Perjuangan. Padahal dia terlempar dari bursa pemilihan calon wali kota.

Atas sikap Seno, sapaan Jagat Hari Seno, PDI Perjuangan meradang. Melalui Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Krisyanto menganggap Seno bukan kader partai.

“Saya punya KTA. KTA resmi sebagai Kader PDI Perjuangan sejak Tahun 1990. Sejak era Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Saleh Ismail Mukadar,” kata Seno, dikutip Suara Senin 16 November 2020.

Seno pun menanggapi ucapan Hasto dengan tenang. Bahkan, Seno berpikir positif bahwa apa yang disampaikan Hasto hanya persoalan memori atau ingatan saja.

“Mungkin Pak Hasto lupa. Yang pasti saya punya KTA dan bukti fisiknya juga ada. Saya juga sudah memperpanjang sampai tiga kali,” terang alumnus ITS itu. Seno juga menunjukkan foto-foto KTA yang dia punya.

Artikel Lainnya