Tips untuk Pasangan Muda Agar Cepat Punya Momongan, Bukan Sekadar Style Bercinta

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: iStockphoto.

Banyak pasangan muda ingin mempercepat proses kehamilan. Harapannya agar segera punya momongan. Cara ini sebagai bukti kepada orang tua masing-masing. Bahwa peluru yang dimiliki tidak main-main.

Dampaknya, banyak yang terburu-buru. Main gasak, main dorong, asal tusuk. Berkali-kali mencoba, namun hingga beberapa tahun menikah, belum kunjung punya momongan.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk berhubungan seks agar cepat punya momongan?

Mengutip IDN Times, fertilisasi atau konsepsi awal sebelum kehamilan bisa terjadi dalam variasi waktu setelah berhubungan seks.

Adapun implantasi atau proses penanaman sel telur yang telah dibuahi ke dalam lapisan rahim dan mulai membangun plasenta serta embrio, biasanya terjadi sekitar seminggu setelahnya.

Pada dasarnya, belum bisa dipastikan jenis hubungan intim seperti apa yang langsung menjamin kehamilan. Sekalipun tidak menggunakan kontrasepsi atau pasangan dengan kondisi subur dan sehat.

Masih sedikit penelitian yang menyelidiki terkait tindakan seksual tertentu yang memengaruhi kemungkinan kehamilan.

Studi dalam Demographic Research tahun 2000, menyelidiki kemungkinan terjadinya kehamilan di antara pasangan muda yang berhubungan seks tanpa kontrasepsi (selama siklus menstruasi).

Peneliti menyebut jika pasangan tersebut memiliki sekitar 1 dari 20 peluang hamil ketika tidak sengaja mengatur waktu berhubungan intim untuk kesuburan yang optimal.

Adapun fertilisasi terjadi ketika sel telur dan sperma yang layak bertemu. Sebetulnya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kehamilan tergantung pada proses ovulasi dan kecepatan sperma mencapai sel telur.

Menurut Center for Reproductive Health, University of California San Francisco, sperma dapat hidup dan bertahan di saluran reproduksi wanita selama kurang lebih 5 hari. Untuk itu, perkiraan kehamilan setelah berhubungan intim dapat berlangsung hingga 1 minggu sebelum ovulasi.

Setelah sel telur yang dibuahi tertanam dalam lapisan rahim, maka produksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) meningkat dan biasanya terjadi antara enam sampai 12 hari setelah ovulasi.

Adapun proses implantasi tidak dapat terjadi secara langsung setelah fertilisasi, karena sel telur yang telah dibuahi membutuhkan waktu untuk mencapai rahim.

Pada prinsipnya, jangan percaya mitos. Jangan terburu-buru, asal tubruk saja. Satu lagi, berdoa.

Artikel Lainnya