Tidak Ada Pelanggaran Berat, Soal Insiden Tewasnya Anggota FPI di KM 50, Ini Penjelasan Ketua Komnas HAM

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: iStockphoto.

Insiden dugaan ‘baku tembak’ antara polisi dengan laskar FPI memunculkan fakta baru. Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengakui ada pelanggaran dalam konferensi pers, Kamis 14 Januari 2021.

Taufan Damanik menyebut secara spesifik bahwa pelanggaran ada indikator. Salah satunya adalah perintah yang terstruktur, terkomando, dan arahan lainnya.

“Di luar banyak beredar bahwa ini dikatakan, diasumsikan, sebagai pelanggaran HAM yang berat. Kami tidak menemukan indikasi (pelanggaran berat) ke arah itu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Damanik mengakui ada pelanggaran HAM. Salah satunya adalah hilangnya nyawa laskar FPI atau pengawal Rizieq Shihab.

Komnas HAM merekomendasikan tewasnya enam pengawal mantan anggota FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dibawa ke peradilan pidana. Di mana penembakan itu diduga ada bentrok antara polisi dengan sejumlah pengawal Rizieq Shihab.

Namun pihak Komnas HAM memiliki dua versi. Insiden pertama disinyalir ada bentrok yang menyebabkan dua mantan anggota FPI tewas.

“Ada saling serang dan baku tembak di KM 48 Tol Cikampek,” tegasnya.

Sementara temuan adanya pelanggaran berada di Km 50 Tol Cikampek. Masalahnya ditemukan empat mantan anggota FPI yang masih hidup dibawa, kemudian ditemukan tewas.

Artikel Lainnya