Terduga Teroris Mojokerto Terseret Gugatan Perdata, Diduga Terlibat Jaringan JAD

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Jatimnet.

Pengusaha travel dan umrah di Mojokerto yang ditangkap Tim Densus Antiteror diduga masuk jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Pria yang berinisial HAB (53) itu ditangkap di rumahnya, Jalan Raya Pungging RT 04 RW 05 Nomor 30 Dusun/Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto pada Rabu, 23 Desember 2020.

Dikutip dari Jatimnet, pasangan suami istri yang diduga terlibat aksi terorisme, HAB dan NA terlibat perkara perdata. Keduanya terlipat utang piutang dengan pihak penggugat bernama Mochamad Fourrent Suhandono pada 19 Januari 2017 silam.

Informasi didapat dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Mojokerto di laman sipp.pn-mojokerto.go.id. Kasus ini tercatat dengan nomor perkara 7/pdt.G/2017/PN Mjk dengan status perkara hingga kini pemberitahuan putusan banding.

Dalam laman tersebut dijelaskan bahwa PN Mojokerto mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya dan menyatakan surat perjanjian tertanggal 9 September 2016 dan 27 September 2016 sah menurut hukum.

Majelis hakim menyatakan tergugat HAB dan AN ingkar janji dalam hak jaminan atas tanah dan bangunan yang berdiri di Dusun/Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto yang terurai dalam akta jual beli No.242/01/Pungging/1991 milik mereka.

Keduanya diwajibkan membayar kekurangan yang nilainya lumayan gede.  

Artikel Lainnya