Tarawih Boleh Berjemaah di Masjid, Perhatikan Tips Hindari Kerumunan, Dewan Masjid: Wudu dari Rumah

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Pandemi Covid-19 tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana pemerintah telah melonggarkan pelaksanaan salat tarawih Ramadan di masjid. Meskipun angka terkonfirmasi masih tinggi.

Namun pemerintah memberi kelonggaran dengan protokol kesehatan yang cukup ketat. Misalnya menjaga jarak saat berjemaah dan mengenakan masker, dan diwajibkan membawa hand sanitizer sendiri.

Mengutip Kumparan, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Makmun Al Ayyubi, menyerukan kepada masjid-masjid di ibu kota untuk selalu menghindari kerumunan saat ibadah salat tarawih.

Salah satu langkahnya adalah dengan mengimbau jemaah untuk hadir di masjid dalam keadaan sudah berwudu. Sehingga tak perlu bersuci di area wudu masjid.

“Protokol kesehatan harus dipatuhi seperti di surat edaran yang kita buat. (Jemaah) wudu dari rumah, supaya menghindari kerumunan di tempat wudu,” jelas Makmun, Sabtu 10 April 2021.

Aktivitas berwudu di masjid secara bersamaan memiliki potensi tinggi penularan virus corona. Selain dikhawatirkan berkerumun, jemaah juga harus membuka maskernya.

Selain itu, ada serangkaian protokol lainnya yang dianjurkan oleh DMI DKI, mulai dari jemaah harus membawa sajadah masing-masing sampai membawa kantong untuk menaruh alas kaki.

“Jemaah yang datang tetap dicek suhu pakai thermogun. Jemaah juga membawa masing-masing sajadah dari rumah. Kemudian alas kaki harus dimasukkan kantong plastik agar tdk ditaruh di tempat penitipan sepatu atau sandal, itu juga untuk menghindari kerumunan ketika keluar dari masjid,” kata Makmun.

Artikel Lainnya