Tamu Resepsi Diminta Pulang setelah Kenyang, Resepesi Pernikahan Warga Surabaya Dibubarkan Polisi, Dianggap Langgar Prokes

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Hari berbahagia tak bisa dinikmati Widodo, warga Kendangsari Surabaya. Sebab di hari pernikahannya di Masjid Baiturrozaq SIER Surabaya, Minggu 21 Februari 2021 dibubarkan polisi.

Pembubaran itu disebabkan tak ada standar protokol kesehatan pada acara resepsi tersebut. Di mana resepsi pernikahan ini tidak menyediakan sejumlah fasilitas kebutuhan 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Mengutip Beritajatim, pemhubaran resepsi pernikahan dilakukan petugas tiga pilar, termasuk kepolisian yang sedang melaksanakan patroli.

Mendengar acara tersebut, petugas kepolisian datang ke lokasi. Sejumlah anggota melakukan dialog dengan meminta para undangan untuk pulang.

“Pembubaran kita lakukan dengan memberikan kesempatan tamu menikmati hidangan. Kami harap bapak dan ibu undangan untuk pulang ke rumah masing-masing karena Surabaya saat ini menerapkan PPKM Mikro,” kata Kapolsek Tenggilis Mejoyo, Kompol Kristiyan Beorbel Martino.

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini Surabaya sedang dalam penerapan PPKM Mikro sesuai Perwali Nomor 2 Tahun 2021.

Seluruh kegiatan yang tak menerapkan protokol kesehatan harus dilakukan pembubaran. Sebab, kerumuman dikhawatirkan menyebarkan virus corona. Perwali tersebut mengikat pelaksanaan kegiatan yang mengundang massa dibatasi.

“Prinsipnya, petugas benar-benar menerapkan dan pengawasan terhadap 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya.

Artikel Lainnya