Sulitnya Ciptakan Film, Sutradara Drama Korea Sweet Home Mengaku Nyaris Jadi Monster, Ini Kisahnya

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Menjadi sutradara itu melelahkan. Tuntutannya adalah karya yang layak tonton. Tidak sekadar mengarahkan gaya berakting, tetapi juga mengarahkan kru serta properti yang dibutuhkan dalam film.

Bagus tidaknya film ada di tangan sutradara. Tak heran jika sambutan penonton luar biasa, menandakan garapannya juga berat. Itu sebabnya banyak sutradara yang curhat tentang sulitnya membuat film.

Salah satunya adalah Lee Eung Bok. Dia mengaku hampir menjadi "monster" ketika mengerjakan Sweet Home, sebagaimana dilansir CNN Indonesia. Menurutnya film ini begitu sulit mengadaptasi webtun.

“Saya hampir menjadi monster ketika mengerjakan serial ini. Para produser juga selalu saling mengingatkan untuk tidak menjadi monster,” kata Lee Eung-bok.

Menurutnya, Sweet Home merupakan drama tersulit yang pernah ia kerjakan sepanjang karirnya. Kesulitan terbesar adalah memastikan monster dari versi webtun benar-benar hidup dalam serial.

Ia juga mengungkapkan hampir seluruh adegan dan episode Sweet Home selalu menggunakan grafis komputer. Dia pun bekerja sama dengan tim visual dan efek khusus Hollywood demi membuat monster benar-benar terlihat hidup.

“Seluruh pembuatan monster sulit, tapi monster protein yang paling sulit dibuat. Gerakan monster lain bisa dilakukan oleh koreografer. Monster yang ukurannya jauh lebih besar daripada manusia harus menggunakan CG," tuturnya.

Sweet Home merupakan serial yang mahal. Bahkan Lee Eung-bok menjelaskan biaya menggarap film ini mencapai ratusan miliar.

Artikel Lainnya