Subhanallahu, Hajar Aswad Diyakini Berasal dari Surga, Disebut Tangan Tuhan

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Reasahalharmain.

Umat Muslim di dunia tentu tahu dengan hajar aswad. Nama ini dikenal dengan batu hitam yang berada di kakbah, Mekah, Arab Saudi.

Hajar aswad selalu diburu oleh umat Muslim se dunia yang melaksanakan ibadah haji atau umrah. Umat Muslim rela berdesakan agar bisa menyentuh apalagi mencium batu tersebut. Namun, hal itu sangat tidak mudah.

Baru baru ini otoritas Arab Saudi baru saja merilis potret-potret batu hajar aswad dari jarak dekat. Batu yang diyakini dari surga tersebut tampak begitu jelas dan mengagumkan. Hal ini rupanya merupakan kali pertama dunia dapat melihat foto hajar aswad yang sangat dekat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, foto hajar aswad ini diambil dengan menggunakan teknologi Fox Stack Panorama. Selain itu, proses pengambilan gambar dengan tingkat ketelitian 49.000 megapiksel itu memakan waktu sekitar 50 jam.

Berikut ketahui fakta-fakta tentang batu hajar aswad yang dilansir dari Akurat.

Dalam sejarahnya, hajar aswad diyakini oleh umat Muslim sebagai batu yang berasal dari surga. Kata Haja’ memiliki arti batu, sementara Aswad berarti hitam.

Diketahui, batu suci tersebut pertama kali ditemukan Nabi Ismail. Kemudian, Nabi Ibrahim yang meletakkannya di sudut Kakbah.

Selain itu, pada zaman dahulu, hajar aswad dikisahkan memiliki sinar yang terang. Saking terangnya, batu tersebut dapat menerangi seluruh wilayah jazirah Arab.

Namun, seiring berjalannya waktu, sinar pada batu Hajar Aswad semakin meredup hingga berubah menjadi hitam.

Seperti asal usulnya, batu yang diyakini dari surga ini memiliki aroma yang unik dan khas. Dalam sejarah penemuannya, aroma wangi alami pada hajar aswad sudah ada sejak awal keberadaannya di dunia.

Batu ini terletak di sisi luar sudut timur laut Kakbah. Keberadaan batu ini juga turut menjadi sunah Rasul saat melakukan tawaf.

Di mana, para kaum muslimin disunahkan untuk mencium hajar aswad. Hal ini juga selalu dilakukan Nabi Muhammad SAW saat bertawaf.

Diriwayatkan Abu Ubaid, seperti dilansir dari laman nu.or.id melalui Akurat, Rasulullah SAW pernah mengiaskan bahwa hajar aswad diibaratkan sebagat tangan Allah di bumi ini.

“Barangsiapa bersalaman dengannya (Hajar Aswad), seolah-olah dia sedang bersalaman dengan Allah yang maha pengasih,” (HR Ibnu Mâjah: 2957).

Artikel Lainnya