nyedulur.com

Status Waspada, Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup, 13 Kali Luncurkan Lava Pijar

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: WIkipedia.

Meningkatnya aktivitas Gunung Semeru membuat jalur pendakian ditutup. Pengumuman ini disampaikan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) demi keselamatan wisatawan maupun pendaki.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu menunjukkan aktivitas yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini memaksa pihak BBTNBTS melakukan penutupan jalur pendakian sejak 30 November 2020.

Keputusan itu berdasarkan pengumuman Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bernomor PG.10/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/11/2020 yang ditandatangani Plt Kepala Balai Besar Agus Budi Santoso pada Minggu (29/11).

“Penutupan tersebut memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanologi Gunung Semeru berdasarkan laporan yang disampaikan Pos Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang per 28 November 2020,” kata Plt Kepala Balai Besar, Agus Budi Santoso dalam pengumuman tersebut dan dikutip Antara melalui Detik.

Sejak Sabtu 28 November 2020, aktivitas letusan di Gunung Semeru teramati sebanyak tiga kali dengan tinggi asap sekitar 100 meter dan warna asap putih tebal yang condong ke arah barat daya.

"Secara visual juga teramati guguran dan lava pijar sebanyak 13 kali dengan jarak luncur sekitar 500-1000 m dari ujung lidah lava ke arah besuk kobokan (ujung lidah lava kurang lebih 500 meter dari puncak dengan amplitudo terekam 12 mm, lama gempa 1.994 detik," ujar Agus Budi.

BBTNBTS juga menetapkan status dan mengimbau masyarakat sekitar tidak melakukan aktivitas. Ini status dan jarak yng bisa dilakukan warga.  

Artikel Lainnya