Sering Konsumsi Jus Jeruk, Bisa Turunkan Berat Badan dan Cegah Penyakit Jantung

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Healthline.

Buah jeruk menjadi buruan masyarakat dunia di awal pandemi Cvid-19. Sebab di dalam jeruk terdapat kandungan Vitamin C yang cukup tinggi, dan dipercaya bisa meningkatkan imunitas.

Rasa yang segar, asam bercampur dengan manis, membuat jeruk ini digemari banyak orang. Buah ini sering dipercaya memiliki segudang khasiat untuk kesehatan tubuh. Mau tahu?

Buah ini memiliki manfaat melancarkan pencernaan, memurnikan darah, mencegah penyakit ginjal hingga memperkuat gigi.

Mengutip Kompas, kandungan vitamin C yang tinggi, jeruk juga mampu menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan dan bermanfaat untuk kulit.

Buah jeruk bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk, yang paling sering adalah dijadikan jus jeruk. Sebagian besar orang gemar minum jus jeruk karena rasanya yang enak dan kaya akan kandungan vitamin, nutrisi, serta mineral yang penting.

Bahkan, hanya dengan meminum satu gelas jus jeruk sudah bisa membuat kita merasa energik. Dengan menambahkan jus jeruk ke dalam diet, dapat menurunkan berat badan lebih cepat, terutama jika menggabungkannya dengan diet rendah kalori.

Tak hanya itu, menurut penelitian, meminum dua setengah gelas jus jeruk sehari dapat membantu mengurangi risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

Dari studi yang diterbitkan dalam Journal of Lipid Research, para peneliti dari Kanada sedang memelajari molekul yang ditemukan dalam jeruk manis dan jeruk keprok yang disebut nobiletin.

Molekul tersebut telah terbukti secara drastis mengurangi kegemukan dan membalikkan bahaya kelebihan berat badan pada kesehatan, yaitu penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis).

Tim peneliti memperlihatkan bagaimana tikus yang diberi diet tinggi lemak dan tinggi kolesterol, kemudian diberi nobiletin tampak lebih ramping.

Tikus juga memiliki tingkat resistensi insulin dan lemak darah yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus yang diberi makan diet tinggi lemak dan tinggi kolesterol saja.

Namun, para peneliti masih belum bisa menunjukkan dengan tepat bagaimana cara kerja nobiletin.

Mereka juga berhipotesis bahwa molekul tersebut kemungkinan bekerja pada jalur yang mengatur bagaimana lemak ditangani dalam tubuh.

Artikel Lainnya