Semakin Rumit, Dua Hari CCTV di Lokasi Dor-Doran Tak Fungsi, Jasa Marga Jawab Enteng

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Republika.

Kontroversi penembakan enam anggota FPI semakin panjang. Setelah polisi dan FPI memiliki cerita yang bertolak belakang, kini muncul pesoalan rumit baru.

CCTV di lokasi penembakan tidak berfungsi. Di lokasi tersebut atau tepatnya di Km 50 tol Jakarta-Cikampek, terdapat CCTV. Parahnya peralatan tersebut sudah dua hari tidak berfungsi. Semakin rumit.

Pihak PT Jasa Marga Tbk menjelaskan terdapat gangguan pada link jaringan backbone CCTV/Fibre Optic di Km 48+600 sejak Minggu 6 Desember sekitar pukul 04.40 WIB.

Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), Raddy R. Lukman dalam siaran pers, mengatakan bahwa gangguan di titik tersebut mengakibatkan jaringan CCTV mulai dari Km 49+000 (Karawang Barat) hingga Km 72+000 (Cikampek) mati.

“Setelah mendapat laporan adanya gangguan CCTV offline, petugas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek melaporkan kepada tim inspeksi, untuk melakukan penyisiran mencari lokasi penyebab masalah,” Raddy menjelaskan dalam keterangan resminya, Selasa 8 Desember 2020.

Hujan yang mengguyur lokasi serta pertimbangan kondisi lalu lintas, perbaikan tidak dapat dilakukan sampai tuntas. Menurutnya, lokasi gangguan jaringan backbone tersebut berada di tengah median jalan.

“Perbaikan baru dapat diselesaikan pada hari Senin (7 Desember) sekitar pukul 16.00 WIB,” tutup Raddy.

Sementara itu, Polda Metro Jaya mengklaim telah memiliki bukti-butki penembakan melalui CCTV. Namun sejauh ini belum diungkap ke publik. Bukti lain yang dikantongi polisi adalah voice percakapan pengawal Rizieq Shihab selama di perjalanan.

Artikel Lainnya