nyedulur.com

Sedih, Indoneia Masuk Resesi, Kontraksi Ekonomi Tidak Buruk-buruk Banget

CNBC Indonesia
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Prediksi banyak pihak yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi bakal minus. Hal itu terbukti setelah Badan Pusat Statistik mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga tahun 2020.

Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,49 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/ YoY). Perbumuhan itu memaksa Indonesia masuk dalam resesi ekonomi.

“Perekonomian di berbagai negara pada triwulan III lebih baik dibandingkan dengan triwulan II. Namun masih ada kendala karena tingginya kasus Covid-19. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam triwulan-triwulan mendatang,” kata Kepala BPS Suhariyanto, dikutip dari CNBC Indonesia.

Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto, menambahkan meski masih negatif, tetapi kontraksi ekonomi Indonesia membaik ketimbang kuartal II-2020 yang mencapai 5,32 persen YoY.

“Grafiknya mulai ngangkat ke atas, ada perbaikan di sana. Tentunya arah ini harus dijaga,” tegasnya.

Apa saja perbaikan itu? Pertama, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) naik dari USD 27,67/barel pada kuartal II-2020, menjadi USD 39,9 pada kuartal III-2020. Harga sejumlah komoditas andalan ekspor Indonesia pun naik. Sebut saja minyak kelapa sawit, kedelai, timah, dan bijih besi.

Kedua, realisasi belanja pemerintah meningkat. Pada kuartal III-2020, realisasi belanja negara adalah 28,16% dari pagu sementara periode yang sama pada 2019 adalah 22,75%. Analisa lainnya bisa buka tautan berikut.

Artikel Lainnya