Sedih, Banjir Jadi Bencana Tahunan, Coba Tiru Negara Tetangga Cara Mereduksi

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: The Guardian.

Ibu Kota Jakarta dikenal sebagai daerah rawan banjir. Begitu juga dengan Surabaya, kerap dilanda banjir. Bahkan sampai sekarang banjir sulit diatasi. Sebetulnya ada beberapa wilayah Indonesia lainnya yang tak luput dari luapan air saat musim hujan.

Baru-baru ini sejumlah kota di Kalimantan Selatan dilanda banjir. Sejauh ini Kalsel nyaris jarang tersentuh banjir besar seperti tahun ini. Termasuk beberapa kota di Jawa yang kerap jadi langganan banjir.

Selain disebakan karena musim hujan dan periode pasang surut, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi banjir. Mulai dari sampah yang menumpuk, drainase yang tidak optimal, serta pemukiman di bantaran sungai yang membuatnya sempit.

Dilansir dari IDN Times, dengan anggaran yang besar berbagai usaha bisa dilakukan. Ya, tentu saja untuk mencegah banjir. Hal tersebut sebenarnya lebih baik, dibandingkan harus menutup kerugian tahunan akibat banjir.

Nah, jika Anda setuju, sebenarnya cukup banyak upaya dan cara mencegah banjir. Setidaknya dibutuhkan goodwil dan peran masyarakat untuk mencegahnya.

Pertama, meningkatkan sistem peringatan banjir. Dengan begitu, masyarakat dapat mengambil tindakan preventif selama musim hujan, yakni mengurangi dampak banjir yang berpotensi hilangnya nyawa.

Populer di "Negeri Tirai Bambu", Cina menghadapi banjir dengan konsep ekologis "kota spons". Daripada dibuang ke laut, air banjir tersebut dialirkan ke tanah sehingga dapat mengairi lahan, menyegarkan akuifer, mengisi air untuk toilet umum, hingga diolah jadi air minum!

Pemerintah juga harus turun tangan membantu masyarakat dan pelaku usaha untuk membentengi rumah dan tempat usaha dari banjir.

Selain membangun rumah yang aman dari banjir (seperti menempatkan stop kontak lebih tinggi), lebih baik rumah dan tempat usaha direnovasi dengan bahan yang lebih kokoh dan kedap air.

Konsep yang populer di Benua Eropa, atap bangunan lebih "hijau", didominasi oleh tumbuhan. Sehingga dapat menyerap air hujan dan membantu genangan air masuk ke bangunan.

Selain mencegah banjir, atap hijau juga menyingkirkan polusi nitrogen dari air hujan. Sebetulnya juga butuh kebijakan pemerintah, sih.

Artikel Lainnya