Sayur Dapat Menghambat Penurunan Berat Badan? Ah, yang Benar, Yuk Simak Penjelasan Ahli

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: The Telegraph.

Tya Ariestya menjadi bahan pembicaraan warganet. Masalahnya artis sekaligus atlet taekwondo ini menjalani program diet yang sedang dia tekuni.

Salah satu dari program dietnya cukup mengundang pro dan kontra. Yakni tentang sayur-sayuran yang disebut dapat menghambat penurunan berat badan.

Dilansir dari Kompas, pola diet tersebut pun tidak menyertakan sayur di dalamnya. Meskipun Tya tetap mengonsumsi buah.

Lalu, benarkah sayur bisa menghambat penurunan berat badan?

“Tidak ada. Semua sayur pada dasarnya sehat,” ungkap dr Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK dikutip dari Kompas.

Raissa menambahkan, sayur adalah sumber serat, vitamin dan mineral yang sangat baik bagi tubuh. Mengonsumsi sayuran juga memiliki banyak manfaat, sekaligus berperan untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Misalnya, selulosa yang merupakan bagian utama dari dinding sel tumbuh-tumbuhan atau sayur dapat memberi bentuk pada feses dan membantu gerakan peristaltik usus.

Kondisi itu pada akhirnya dapat membantu proses buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit atau konstipasi. Kebanyakan sayuran juga memiliki kalori yang sangat rendah sehingga sangat baik untuk orang yang sedang diet.

“Jika kekurangan sayuran maka berisiko terkena berbagai penyakit seperti kanker usus besar, infeksi usus dan juga penyakit metabolik,” ungkapnya.

Namun, cara pengolahan sayur-sayuran juga perlu menjadi perhatian penting. Sebab, pengolahan yang tidak tepat bisa membuat nutrisinya hilang.

“Untuk menjaga nutrisi dalam sayuran sebaiknya jagalah waktu, suhu dan air saat memasak,” kata Raissa.

Suhu masak yang terlalu tinggi, misalnya, membuat semakin banyak nutrisi sayuran yang hilang. Hindari pula memakai air untuk memasak sayur, terutama untuk sayuran dengan vitamin larut air.

“Metode masak yang paling baik adalah dengan cara dikukus,” ungkapnya.

Lalu, apakah bisa buah-buahan menggantikan peran sayuran pada orang-orang yang tak suka sayur seperti Tya?

Sayangnya, hal itu tidak bisa dilakukan. Raissa kemudian menyebut pedoman Isi Piringku yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Pedoman tersebut menyertakan sayur dan buah sebagai sumber nutrisi yang perlu dikonsumsi setiap hari.

“Tidak bisa (buah menggantikan peran sayur) karena semuanya memiliki peran tersendiri,”

"Dari Isi Piringku yang disarankan Kemenkes, setiap hari diperlukan konsumsi buah dan sayur, dengan jumlah setengah dari piring makan berisi buah dan sayuran,” papar Raissa.

Artikel Lainnya