Sadis! Warga Sumenep Tewas Dikeroyok, Dipukul dengan Kayu dan Bambu, Dituduh Punya Ilmu Santet

Nyedulur
  • 25 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Free Press Kashmir.

Ilmu santet masih menjadi momok masyarat umum. Terlebih di beberapa kota, santet dianggap bisa mengganggu ketenteraman warga. Ilmu hitam itulah yang dituduhkan kepada Bunabi (69). Akibatnya dia meregang nyawa setelah dikeroyok tiga pelaku.

Jenazah warga Desa Kalinganyar, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur itu pertama kali ditemukan istrinya, Sariye. Korban ditemukan Sariye di kebun miliknya di Dusun Karpote, Desa Kalinganyar.

“Istri korban melihat suaminya meninggal, langsung melaporkan ke polsek setempat. Di sekujur tubuh korban terlihat bekas-bekas penganiayaan,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengutip Beritajatim, Rabu 19 Mei 2021.

Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, tim gabungan mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Bunabi. Polisi baru menetapkan dua tersangka dari tiga pelaku pembunuhan.

“Korban tewas dianiaya secara bersama-sama oleh tiga orang. Dua diantaranya sudah ditangkap. Sedangkan satu tersangka lagi masih dalam pengejaran,” Widiarti menambahkan.

Dua pelaku pembunuhan Bunabi yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Ahwan (45), nelayan asal Desa Torjak, Kecamatan Kangayan, dan Mansur (32), warga Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa.

“Saat diinterogasi, Ahwan dan Mansur mengakui telah membunuh Bunabi bersama-sama dengan inisial JL (masih dalam pengejaran kepolisian),” paparnya.

Tersangka Ahwan memukul korban menggunakan potongan bambu sebanyak dua kali. Pukulan aitu mengenai leher kanan dan lengan kiri.

Sedangkan teraangka Mansur mengaku memukul menggunakan potongan kayu sebanyak dua kali. Pukulan kayu itu mengenai kepala belakang.

“Mereka mengaku membunuh korban (Bunabi), karena korban dituding memiliki ilmu hitam atau santet,” ungkap Widiarti.

Artikel Lainnya