Rizieq Jadi Tersangka Lagi, Terkait Data Swab, Bisa Dipenjara 10 Tahun, Menantu dan Dirut RS UMMI Bogor Turut Terseret

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Pikiran Rakyat.

Mantan petinggi FPI, Rizieq Shihab tidak bisa berkelit lagi. Dia dihadapkan dengan masalah hukum. Bukan lagi soal kerumunan. Dia disangkakan dengan menyembunyikan data swab.

Dittipidum Bareskrim Polri menjadikan Rizieq Shihab sebagai pesakitan. Tapi tidak sendirian. Dia bakal ditemani Direktur Utama RS UMMI Bogor, dr Andi Tatat dan Muhammad Hanif Alatas. Nama terakhir diketahui sebagai menantu Rizieq Shihab.

“Penyidik menetapkan Rizieq tersangka setelah melakukan gelar perkara,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Senin 11 Januari 2020.

Andi Rian menjelaskan ketiganya bisa dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No Tahun 1984. Bisa juga disangkakan menggunakan Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946.

“Maksimal 10 tahun (penjara),” Brigjen Andi Rian menambahkan.

Berkaitan dengan menantu Rizieq Shihab, Andi Rian menjelaskan Hanif memiliki peran. Dia turut berperan menyembunyikan data terkait proses swab di RS UMMI Bogor.

Adapun dr Andi Tatat bisa ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara. Salah satunya adalah alat bukti dan keterangan saksi.

Andi menyebut ada empat alat bukti yang dimiliki penyidik dalam menetapkan status tersangka kepada ketiganya.

Artikel Lainnya