Risma Otomatis Diberhentikan sebagai Wali Kota Surabaya, Ini Pasal yang Dilanggar Jika Ngotot

Nyedulur
  • 5 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Tempo.

Menteri Sosial Tri Rismaharini resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya. Dengan demikian, Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Saktibuana berstatus pelaksana tugas wali kota jika mengacu UU 23/2004.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik mengatakan, Risma secara otomatis diberhentikan dari jabatan Wali Kota Surabaya, ketika dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial.

“Diberhentikan sejak dilantik menjadi pejabat baru. Kan ada larangan rangkap jabatan, ketika dilantik itu sudah langsung berhenti,” kata Akmal kepada Kompas, Kamis 24 Desember 2020.

Pernyataan ini merujuk beberapa pasal tentang pemerintahan daerah. Dia mencontohkan pasal 78 Ayat 2 huruf g UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

 “Kepala Daerah diberhentikan karena diberi tugas dalam jabatan tertentu oleh Presiden yang dilarang untuk dirangkap oleh ketentuan peraturan perundang-undang,” bunyi pasal tersebut.

Akmal juga menjelaskan, setelah Risma diangkat menjadi Menteri Sosial, posisi Wali Kota Surabaya akan digantikan Wakil Wali Kota Surabaya.

“Wakil wali kotanya (menggantikan), itu otomatis, UU 23/2004 jika kepala daerah berhalangan atau tidak lagi (menjabat), maka wakil kepala daerah yang melaksanakan tugas,” ujarnya.

Lebih lanjut, saat ditanya terkait pernyataan Risma yang akan menghadiri agenda di Surabaya selaku Wali Kota Surabaya, Akmal mengatakan bahwa hal tersebut akan mengganggu UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

Artikel Lainnya