Relawan Butuh Peran Nonmedis, Tangkal Penyebaran Covid-19 di Bangkalan, Redam Guyonan ‘Corona di Madura Tidak Ada’

Nyedulur
  • 11 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Sindonews.

Guyonan bisa menjadi jargon. Malahan bisa memunculkan stigma. Akan berbahaya bila guyonan itu digunakan untuk menangkal hal-hal besifat fakta.

Contoh, ‘corona itu tidak ada di Madura’. Meski dikemas dalam bentuk guyonan, namun hal ini bisa menjadi bumerang.

Itulah yang tengah direduksi salah satu Relawan RSLI, Nadia Bafagih tentang penyebaran Covid-19 di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Pihakya menggandeng relawan lain untuk bergotong-royong membantu menanggulangi Covid-19 di Bangkalan.

Ada beberapa usulan dan konsep dari relawan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Salah satunya mengedepankan edukasi pada masyarakat awam terkait pemahaman Covid-19.

“Kondisi ini membutuhkan percepatan penanganan. Mengingat situasi yang darurat ini butuh peran dan dukungan dari banyak pihak di luar paramedis atau faskes setempat,” kata Nadia, mengutip Kumparan Jumat 11 Juni 2021.

Pihaknya juga mengajak masyararakat untuk mau menggunakan masker dan mengubah kebiasaan pemahaman stigma di masyarakat, bahwa Covid-19 tidak ada.

“Ini juga sekaligus untuk mengubah jargon atau candaan yang selama ini beredar dan meninabobokkan warga, bahwa Covid-19 tidak ada di Madura. Adanya kejadian luar biasa di Bangkalan, hendaknya dijadikan koreksi dan instrospeksi bagi yang masih meragukannya,” Nadia menjelaskan.

Dengan kultur yang ada di Bangkalan, Nadia menuturkan pelibatan dan pengutamaan Baznas Bangkalan sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan berbagai program tersebut adalah pilihan yang tepat.

Itu sebabnya pihaknya juga menyoroti faktor nonmedis untuk mengatasi permasalahan sosial kemasyarakatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk itu, dia berharap peran relawan pendaming sangat dibutuhkan.

Artikel Lainnya