Raksasa Teknologi Korea Babak Belur, LG Bakal Tutup Divisi Smartphone, Kapan?

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Ubergizmo.

Penjualan smartphone yang dilakukan LG merosot tajam. Dalam sebuah laporan yang disampaikan GSM Arena, Kamis 29 April 2021 menyebutkan jika kerugian LG untuk divisi smartphone cukup mengejutkan.

Hingga kuartal pertama tahun 2021 ini penjualan LG mencapai USD901 juta atau sekitar Rp1,3 triliun, kurs USD1 = Rp14.430. Pendapatan yang dibukukan kuartal tahun ini tidak beranjak dari catatan periode yang sama tahun 2020.

Padahal penjualan smartphone LG pada kuartal keempat tahun 2020 tembus USD1,24 miliar (Rp17,89 triliun). Dengan kata lain, kuartal pertama tahun ini minus 27,9 persen bila dibandingkan kuartal terakhir tahun lalu.

The Korea Herald dalam laporannya menyebutkan LG telah kehilangan USD4,5 miliar (Rp649,3 triliun) dari penjualan smartphone. Kerugian itu mencuat dalam lima tahun terakhir.

Memang tidak mengejutkan bila LG berencana menutup divisi smartphone. Salah satu indikatornya adalah tidak adanya pembaruan dari salah satu raksasa Korea Selatan itu.

Terakhir smartphone yang diperkenalkan adalah Rollable yang diluncurkan tahun ini. Itu pun diperkirakan tidak masuk ke Indonesia.

Sedangkan smartphone terakhir di Indonesia adalah LG G7+ ThinQ dan smartphone BTS LG K9 yang meluncur Juni 2018.

Sejauh ini pasar smartphone asal Cina sebut saja Huawei, OPPO, Vivo, dan Xiaomi jauh lebih mendominasi. Bahkan LG kesulitan bersaing dengan tetangganya (Samsung), termasuk dengan Apple.

Hal inilah yang membuat raksasa teknologi asal Korea Selatan itu mantab menutup divisi smartphone hingga akhir tahun. Bahkan pada semester kedua nanti LG sudah mulai melakukan penutupan. LG diperkirakan akan fokus pada divisi lain yang sanggup menyumbang pendapatan.

Salah satu yang memberi kontribusi besar adalah divisi Home Entertainment. Salah satunya adalah produk Oled TV dan Nano Cell yang cukup tinggi. Kebutuhan rumah tangga inilah yang fokus digarap LG sambil menyiapkan produk premium.

Adapun pasar LG yang paling banyak menyumbang pendapatan adalah Amerika Utara dan Eropa.

LG akan mengerahkan kembali semua personel perusahaan, melakukan likuidasi aset, memberi kompensasi kepada mitra dan pemasok dukungan layanan.

Artikel Lainnya