Purworejo Mencekam, Sejumlah Warga Dituduh Provokator, Ditangkap Aparat, Tolak Sosialisasi Bendungan Bener

Nyedulur
  • 21 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: JPNN/Antara.

Desa Wajo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah mencekam. Pasalnya warga menolak dilakukannya sosialisasi quarry (tambang) Bendungan Bener di Desa Wadas, Jumat 23 April 2021.

Akibatnya aparat langsung bertindak dengan menangkap sejumlah warga yang dituduh provokator. Penangkapan ini yang memicu keributan.

“(Provokatornya) akan diproses secara hukum karena dianggap ganggu ketertiban umum,” kata Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito mengutip Antara melalui JPNN.  

Awalnya massa yang mengatasnamakan warga penolak tambang bersitegang dengan aparat kepolisian. Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan menuju Balai Desa Wadas, lokasi sosialisasi quarry ditutup dengan tumpukan kayu dan batu.

Kondisi itu membuat tim gabungan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan aparat keamanan serta pihak terkait yang akan melakukan sosialisasi tidak dapat mengakses lokasi.

Kapolres AKBP Rizal Marito pun berusaha menjalin komunikasi dengan massa aksi untuk membuka jalan. Namun, hal itu tidak dihiraukan. Sekitar pukul 11.30 WIB, kondisi mulai memanas. Saat itu sempat terjadi lemparan batu dari arah massa aksi.

Warga bahkan menumbangkan pohon ke badan jalan untuk menghalangi aparat sekaligus bentuk penolakan terhadap rencana sosialisasi.

Sedianya, sosialisasi itu dalam rangka inventarisasi dan identifikasi bidang tanah untuk kepentingan umum berupa pembangunan Bendungan Bener.

Akibat kericuhan itu, sosialisasi di lokasi awal pun batal. Kegiatan itu kemudian dipindahkan ke aula Kantor Kecamatan Bener.

Sejumlah warga yang mendapat undangan sosialisasi, dijemput dan diantar oleh anggota Polres Purworejo.

“Kami mendapat laporan terjadi penutupan jalan di Desa Wadas, kemudian kami bersama Brimob Kutoarjo dan anggota Kodim 0708 mendatangi lokasi untuk membuka jalan itu," kata Rizal.

Artikel Lainnya