PPKM Tak Efektif, DPR RI Imbau Pemerintah Kaji Ulang Libur Panjang, Bisa Ancam Kenaikan Pasien Covid-19

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Republika/Antara.

Penanganan virus corona dianggap belum maksimal. Berbagai kebijakan ditempuh pemerintah, namun jumlah kasus setiap hari terus bertambah.

Pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan tahun lalu tidak efektif. Begitu jug dengan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga tidak mampu meredakan wabah virus corona.

Bahkan Presiden Joko Widodo menilai PPKM di sebagian Jawa dan Bali tidak efektif. Tidak efektifnya kebijakan itu membuat DPR RI mengimbau pemerintah agar mengkaji ulang kebijakannya.

Mengutip Detik, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menilai pemerintah perlu memikirkan formulasi untuk mengatasi lonjakan Covid-19.

“Saya mengimbau, pemerintah harus bisa mendeteksi dini hal-hal yang bisa membuat lonjakan. Seperti kita tahu, akan ada libur panjang pada saat Imlek dan Hari Raya Idul Fitri,” kata Sufmi Dasco Ahmad, Senin 1 Februari 2021.

Dasco menyebut akan ada libur panjang dalam waktu dekat. Dia meminta pemerintah meninjau ulang rencana libur panjang sebagai pencegahan penyebaran virus Corona.

“Kami mengimbau pemerintah untuk mewaspadai atau merencanakan ulang mengenai usulan maupun rencana libur panjang, yang direncanakan pemerintah. Karena setiap libur panjang itu pasti terjadi lonjakan Covid-19," ucap Dasco.

Untuk diketahui, Imlek jatuh pada Jumat, 12 Februari 2021. Libur Imlek bakal diikuti libur akhir pekan dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 13-14 Februari.

Artikel Lainnya