Polri Sebut Rizieq Shihab Pernah Positif, Kuasa Hukum Ngotot Membantah, Politkus Kecam Sikap FPI

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Pikiran Rakyat.

Kesehatan Rizieq Shihab terus mendapat sorotan. Terpidana kasus kerumunan itu pernah dinyatakan positif Covid-19. Hal ini terungkap setelah Mabes Polri menyatakan jika mantan petinggi FPI itu pernah terpapar virus corona.

Disebutkan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Andi Rian Djajadi bahwa Rizieq Shihab pernah dinyatakan positif Covid pada 25 November.

Sayangnya pihak FPI membantah bila junjungannya posifit corona. Bantahan itu disampaikan pihak FPI sehari setelah dinyatakan positiv.

“Berdasarkan analisa catatan medis, seperti itu (positif). Tapi, mereka (FPI) mengaku tidak ada masalah, sehat walafiat, tidak ada sakit apa pun,” kata Andi Rian.

Upaya menutup hasil swab test di RS UMMI Kabupaten Bogor itulah yang membuat Rizieq Shihab berhadapan dengan hukum. Dia ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk menantunya, Muhammad Hanif Alatas. Satu lagi Dirut RS UMMI juga dinyatakan bersalah. 

Upaya menutupi hasil swab test itulah yang memicu reaksi dari Senayan. Politikus PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo menilai upaya Rizieq Shihab membahayakan umat.

“Siapa saja yang dinyatakan positif, namun menutupi, sangat berbahaya buat orang di sekelilingnya. Orang semacam ini tidak membantu pemerintah mengendalikan Covid-19. Justru berbahaya buat umat sekitar maupun keluarganya,” kata Hanid, dikutip Detik.

Dia menambahkan bahwa tidak berterus terang atas hasil uji usab atau swab test membahayakan keluarganya. Terlebih bagi yang pernah melakukan kontak, dikhawatirkan timbul klaster baru.

Namun demikian, hasil uji lab Rizieq Shihab dibantah FPI. Mantan kuasa hukum FPI, Azis Yanuar mengatakan hak warga menolak membeber hasil rekam medis.

Artikel Lainnya