nyedulur.com

Pesta Pernikahan Dibubarkan Polisi Gresik, Hajatan Abaikan Prokes Covid-19, Hadirkan Elekton dan Undang Warga Luar Kota

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Beritajatim.com.

Nasi telah menjadi bubur. Pepatah itu tersemat pada Munthaha warga Desa Ngemboh, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Dia terlanjur menyebar undangan pernikahan yang dilangsungkan di rumahnya.

Tentu tidak bisa membatalkan pernikahan setelah undangan menyebar. Sementara hajatan pernikahan itu diselingi elekton. Meriah pokoknya. Karuan saja aparat kepolisian mendatangi rumah Munthaha, untuk membubarkan resepsi.

Beritajatim melaporkan bahwa pembubaran pernikahan itu dilakukan karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Gresik masih tinggi. Selain itu, kerumunan massa di acara resepsi rawan timbul klaster baru.

“Kegiatannya sudah dibubarkan dengan tertib, dan pihak tuan rumah sudah menyadari karena melanggar protokol kesehatan,” kata Kapolsek Ujungpangkah, AKP Sudjito, Selasa 12 Januari 2021.

Sebetulnya Munthaha mendapat surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 setempat. Surat itu dikirim lantaran tuan rumah hendak menggelar hajatan pernikahan.

Surat yang dilampiri pernyataan tersebut juga diwajibkan mengkedepankan protokol kesehatan (Prokes) sesuai Perbup Nomor 22 tahun 2020.

Setelah mendapat surat rekomendasi, Munthaha beserta panitia malah mengabaikan aturan. Tuan rumah dan panitia justru menghadirkan musik elekton.

Tak cukup di situ. Munthaha mengundang kerabat dan warga, termasuk kerabat dari luar Gresik dengan mengatasnamakan Orari dan Rafi. Pestanya bubar.

Artikel Lainnya