Pertimbangkan Sebelum Cukur Bulu Kemaluan, Dampaknya Bisa Melukai Area Intim

Nyedulur
  • 17 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Tiege Hanley.

Berbahagialah memiliki bulu yang tebal. Baik itu di sekitar lengan, kaki, dada, punggung, hingga di area kemaluan. Banyak kok, yang suka melihat pasangannya berbulu lebat.

Maka itu jangan mudah mencukur bulu. Apalagi bulu yang tumbuh di sekitar kemaluan. Dampaknya bisa menyebabkan gangguan kesehatan di sekitar kemaluan. Dikhawatirkan nggak bisa berbuat hubungan badan. Auw...auw.

Mengutip Center for Young Women’s Health melalui IDN Times, mencukur bulu kemaluan tidak memberikan dampak positif terhadap kesehatan. Malahan berisiko melukai diri.

Maka itu ada baiknya mempertimbangkan berbagai risiko dampak buruk yang bisa terjadi. Misalnya bisa timbul ruam jika salah mencukur menggunakan gunting atau alat pencukur

Bagi para laki-laki lebih memahami ini. Mengingat mereka juga mencukur janggut atau kumisnya.

Mencukur dengan alat tajam bisa melukai kulit, apalagi bila tidak dilakukan dengan tepat. Bila ruam yang timbul di wajah yang muncul setelah bercukur saja bisa terasa menyakitkan. Coba bayangkan bila timbul di area kemaluan.

Ada banyak cara untuk menghilangkan bulu kemaluan. Salah satunya dengan waxing. Cara ini banyak dilakukan perempuan.

Bila terdapat bahan kimia dalam wax yang digunakan, beberapa orang mungkin bisa mengalami reaksi alergi. Dampaknya adalah sensasi panas dan terbakar di area kemaluan.

Layaknya rambut di kepala, rambut kemaluan akan tumbuh jika dicukur. Masa tumbuh itu akan membuat merasakan gatal. Bila digaruk, terlebih dengan kasar, bisa timbul luka dan rentan terjadi infeksi. Paling sering kondisi ini akan diikuti dengan kemerahan di sekitar area intim.

Sewaktu-waktu jerawat bisa muncul di area kemaluan. Tentu saja disebabkan mencukur rambut kemaluan. Tidak adanya rambut bisa membuat bakteri menginfeksi kulit dan memunculkan jerawat.

Kandidiasis vaginalis adalah risiko yang harus diwaspadai. Ini merupakan infeksi akibat jamur Candida. Gejalanya meliputi nyeri atau ketidaknyamanan saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan seksual, keputihan abnornal berwarna putih seperti susu, serta lendir kental dengan tekstur seperti keju cottage.

Dampak lain adala kemerahan, sensasi panas, pembengkakan, dan luka di dinding vagina pada infeksi yang berat, dan gatal yang disertai nyeri pada vagina

Memang tidak ada yang melarang mencukuru bulu kemaluan. Alangkah baiknya mempertimbangkan terlebih dahulu.

Artikel Lainnya