nyedulur.com

Pernah Makan Ulat Tepung? Badan Keamanan Pangan Uni Eropa Nyatakan Aman Dikonsumsi, Katanya Sih Gurih, Banyak Nutrisi

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Saat berwisata kuliner, bayangan Anda menemukan makanan yang lezat, gurih, creamy, dan instagramable. Jika tidak? Pasti jenengan (Anda) akan mengomel. Harga mahal, makanan nggak enak, menjijikkan, kotor, dan penyesalan lain.

Pernah pula membayangkan makanan bahannya dari ulat? Itulah yang dilakukan salah satu perusahaan pangan asal Prancis, Agronutrinis. Perusahaan ini ingin supermarket menjajakan makanan ulat tepung. Iya benar, ulat. Bukan tepung dari ulat.

Faktanya ulat tepung itu aman. Pernyataan itu disampaikan Badan Keamanan Pangan Uni Eropa atau European Food Safety Authority (EFSA), yang menyebut ulat tepung aman dikonsumsi manusia.

EFSA mengumumkan kesimpulan tersebut setelah mendapat proposal dari Agronutrinis.

“Penilaian risiko EFSA pertama dari serangga sebagai makanan baru dapat membuka jalan untuk persetujuan pertama di seluruh Uni Eropa,” kata Ermolaos Ververis, petugas ilmiah di badan keamanan pangan Uni Eropa dikutip dari CNN Indonesia.

“Evaluasi risiko kami adalah langkah yang menentukan dan perlu dalam regulasi makanan dengan mendukung pembuat kebijakan di Uni Eropa dalam membuat keputusan berbasis sains dan memastikan keamanan konsumen,” lanjutnya.

Yellow mealworm atau ulat tepung termasuk keluarga besar serangga dengan komponen nutrisi utama berupa protein, lemak dan serat.

Ulat tepung dianggap menawarkan sumber makanan yang berpotensi berkelanjutan dan rendah emisi karbon untuk masa depan.

Ulat ini merupakan bentuk larva dari tenebrio molitor, spesies serangga yang termasuk dalam famili tenebrionidae atau kumbang gelap.

Serangga ini biasanya diberi makan di peternakan dengan tepung terigu atau dedak, meski sebenarnya mereka adalah serangga omnivora (pemakan segala). Begini cara larva ulat tepung tumbuh.

Artikel Lainnya