nyedulur.com

Peringati Maulid Nabi dengan Ngopi Gratis, Ini Lokasi dan Syaratnya

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Umumnya perayaan maulid Nabi Muhammad SAW dengan kenduri. Model kendurinya juga berbeda-beda di tiap daerah. Ada yang saling tukar makanan, ada pula yang hanya menyerahkan makanan.

Kali ini warga Madura tidak menggelar kenduri. Juga tidak menyuguhkan masakan untuk pengajian dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Warga di Desa Billapora Barat, Kecamatan Gandimg, Sumenep menggelar makan gorengan dan ngopi gratis. Lokasinya ada di sepuluh warung kopi yang tersebar di tiga dusun, yang meliputi Dusun Laok Songai, Dusun Opelan, dan Dusun Durbugan.

Dikutip dari Beritajatim, Kepala Desa Billapora Barat, Helmi menyebut tidak ada ketentuan untuk minum kopi dan gorengan gratis. Siapapun dipersilahkan makan dan minum kopi gratis di sepuluh warkop tersebut.

“Kami sengaja merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan sesuatu yang berkesan, dengan sesuatu yang berarti. Karena itu, kami memilih program ngopi gratis dan makan gorengan gratis, bagi warga yang datang ke sini,” kata Helmi.

Menurutnya, ngopi dan makan gorengan di warung kopi nyaris menjadi budaya di daerahnya. Tapi jangan membayangkan ngopi di desa ini seperti ngopinya anak-anak muda di kota yang berfasilitas full wifi.

Helmi menambahkan jika tradisi ngopi di warung kopi justru orang tua, baik laki-laki maupun perempuan. Sementara waktunya juga berbeda dengan kota-kota besar. Kapan? Berikut penjelasannya.

Artikel Lainnya