Penting, Jangan Jalankan Diet Ekstrem di Tengah Pandemi, Dampaknya Fatal

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Sejak pandemi peningkatan jumlah orang terkena obesitas semakin banyak. Hal ini disebabkan tidak banyak masyarakat yang sanggup menjaga pola makan. Pun begitu banyak yang malas berolahraga.

Alhasil, banyak makanan kaya lemak dikonsumsi yang bisa merugikan kesehatan. Maka banyak orang yang berlomba-lomba melakukan diet ekstrem agar dapat menurunkan berat badan secara cepat.

Namun Anda harus tahu, bahwa menjaga kesehatan merupakan hal wajib di tengah pandemi. Tapi bukan berarti mendorong untuk menjalani diet ekstrem.

Seperti disampaikan Ketua Indonesia Sport Nutrisionis Association melalui CNN Indonesia, dr. Rita Ramayulis mengatakan bahwa melakukan diet ekstrem saat pandemi tidak disarankan karena menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh.

“Diet saat pandemi dibolehkan, hanya saja jangan ekstrem. Dietlah dengan mengatur makanan yang mengatur sistem imunitas tubuh (dengan baik),” kata Rita dikutip dari CNN Indonesia

Lebih lanjut, Rita mengatakan bahwa melakukan diet ekstrem atau ketat dapat mengganggu keseimbangan asam basa, metabolisme tubuh, hingga malnutrisi.

Kerusakan metabolik itu akan menyebabkan proses peradangan dalam tubuh, dan dapat melemahkan imunitas. Diet ekstrem mungkin dapat memangkas beberapa kilogram dari berat badan, tapi metabolisme juga bisa terpengaruh.

“Melakukan diet ekstrem tidak disarankan, karena bisa jadi yang berkurang adalah air, massa otot dan massa tulang. Pada saat proses penurunan berat badan, yang seharusnya hilang adalah lemak,” Rita menambahkan.

Dia kemudian membagikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan bagi yang ingin melakukan diet sehat selama pandemi.

Pertama adalah defisit energi atau defisit kalori untuk menurunkan berat badan. Kalori dalam makanan menyediakan energi dalam bentuk panas, sehingga tubuh dapat berfungsi dengan baik. Bahkan ketika tubuh sedang beristirahat sekali pun.

“Selanjutnya meningkatkan asupan tinggi protein rendah lemak, dan zat gizi seimbang. Lalu, asupi tubuh dengan makanan yang mengandung zinc, vitamin C, vitamin E, beta karoten, dan zat besi," jelasnya.

Kelima zat tersebut, menurutnya merupakan zat yang memiliki sifat antioksidan yang diperlukan tubuh untuk melawan efek dari paparan radikal bebas.

Radikal bebas dapat merusak susunan DNA sel, meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, menyebabkan peradangan, dan melemahkan daya tahan tubuh.

Artikel Lainnya