Pemerintah Terbuka Kritik, Jusuf Kalla Balik Tanya, Pak JK: Bagaimana Caranya Tidak Dipanggil Polisi?

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Solopos.

Presiden Joko Widodo membuka diri terhadap kritik terkait kebijakan yang diambil pemerintah yang dianggap tidak sesuai. Pernyataan itu disampaikan dalam laporan akhir tahun Ombudsman RI beberapa hari lalu.

Permnyataan terbuka terhadap kritik ditanggapi beragam dari berbagai pihak. Sejumlah politikus yang berseberangan justru enggan berkomentar keras. Demikian juga dengan masyarakat umum maupun mahasiswa tidak bisa sembarang mengkritik. Banyak yang takut dipolisikan, dijerat dengan UU ITE, atau dituduh radikal.

Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla kali ini gatal. Pengusaha asal Sulawesi Selatan itu menilai keterbukaan kritik terhadap pemerintah sulit terwujud.

“Presiden mengumumkan ‘silahkan kritik pemerintah'. Tentu banyak pertanyaan, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi” kata JK, sapaannya, Jumat 12 Februari 2021.

Pernyataan yang sampaikan dalam acara Mimbar Demokrasi Kebangsaan yang dilaksanakan Fraksi PKS DPR secara virtual itu, JK juga menyinggung indeks demokrasi Indonesia.

Menurutnya, indeks telah merosot tajam dalam 14 tahun terakhir. Pokok permasalahan yang dia soroti adalah biaya yang mahal.

“Demokrasi kita terlalu mahal,” lanjutnya.

Prinsip demokrasi bisa berjalan dengan baik dan ideal apabila partai oposisi menjalankan fungsinya. Sementara penerapan partai oposisi sejauh ini belum berjalan optimal.

Dia juga meminta agar PKS yang berdiri sebagai opisisi memberikan keseimbangan. Tanpa adanya kontrol, roda pemerintahan berjalan tidak seimbang.

Sementara itu, akun twitter Aliansi Mahasiswa UGM menyindir Jokowi yang terbuka dengna kritik. Akun tersebut mengunggah dua foto. Foto pertama bergambar Presiden Jokowi, sedangkan foto kedua bertuliskan ‘di forum mic dimatikan, di kampus diancam tidak bisa lulus, di jalanan dihadang, di media sosial diancam UU ITE.

Sementara di kolom komentar ditusli “Selamat kepada bapak presiden RI @jokowi yang juga Alumni UGM. Kami sebagai mahasiswa UGM merasa bangga dengan bapak. Teruslah berkarya dengan oligarki dan para buzzer Smiling face with heart-shaped eyes

Hedeh.

#AliansiMahasiswaUGM”

Pernyataan yang diunggah pada 10 Februari itu sudah mendapat respons seribu lebih, dan diunggah kembali 11 ribu, dan disukai lebih dari 26 ribu.

Artikel Lainnya