Pemerintah Tegas Melarang Mudik, Kecuali Kunjungan ke Bali dan Jawa Tengah, Syaratnya Haduh!

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Bisnis Indonesia.

Pemerintah telah menerbitkan larangan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021. So, jangan coba-coba melawan ya, gaes. Berat sanksi yang akan dijatuhkan.

Larangan mudik ini bukan tanpa sebab. Hal ini untuk mencegah makin tingginya angka penularan Covid-19. Meskipun sudah ada vaksin.

Bahkan pemerintah sudah melarang masyarakat melakukan perjalanan antar kota antar provinsi. Baik menggunakan kendaraan pribadi roda empat atau roda dua, hingga angkutan umum.

Nah, bila ngotot pulang kampung, pemerintah sudah menyiapkan sanksi yang tidak main-main. Tapi kepolisian dan pemerintah memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar kota dalam kondisi mendesak.

Mengutip Kumparan, ada tiga kriteria yang masyarakat diperbolehkan keluar kota saat pemberlakuan larangan mudik. Pertama jelas, perjalanan dinas mendesak, keperluan berobat, dan ada anggota keluarga yang sakit atau meninggal.

Khusus untuk perjalanan dinas, masyarakat diwajibkan membawa surat penugasan dari pimpinan terkait.

“Kecuali dalam keadaan dinas mendesak, itu pun harus ada surat dari pimpinan,” kata Kabagops Korlantas Polri, Kombes Pol Rudy Antariksawan.

Sementara bagi masyarakat yang hendak bepergian ke Jawa Tengah atau Bali dengan alasan mendesak, seperti berobat atau ada anggota keluarga yang sakit keras atau meninggal, diwajibkan menyertakan surat izin khusus.

Pemprov Jateng akan menerapkan surat izin khusus yang mirip Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Surat ini pernah diberlakukan Pemprov DKI Jakarta.

Adapun kunjungan ke Bali, masyarakat diwajibkan menyertakan surat keterangan tambahan yang menyatakan bahwa benar ada anggota keluarganya sedang dalam kondisi sakit keras atau meninggal dunia.

Artikel Lainnya