Pemerintah Pusat Tegas Larang Mudik, Kok Pempov Jateng Memperbolehkan, Ganjar Pranowo Punya Aturan Khusus

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Bisnis Indonesia.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama kepolisian daerah setempat melakukan sosialisasi larangan mudik. Salah satu caranya dengan menyebar seluruh anggota Polda Jateng di sejumlah titik. Titik itu meliputi rest area jalan tol mulai hari ini, Selasa 13 April 2021.

Polisi telah diterjunkan di sejumlah titik yang kerap digunakan jalur mudik. Bahkan jalur tikus di seluruh Jawa Tengah telah dipelototi. Ya, pasti melakukan sosialisasi larangan mudik.

Namun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak melarang masyarakat pulang ke kampung halamannya alias mudik. Asalkan, dilakukan dalam waktu dekat ini. Bukan pada saat larangan mudik yang diberlakukan pemerintah 6 Mei-17 Mei 2021.

Menurut Ganjar, mudik bisa tetap dilakukan asalkan tidak mengambil waktu yang sama saat libur lebaran.

“Sudah banyak yang tanya kepada saya, 'Pak, sudah dua tahun nggak mudik' ya mudikmu sekarang saja. Kalau sekarang kan bisa ting pretil, tidak semuanya, tidak rombongan, tidak bareng-bareng. Kalau hari ini pengin nyadran, ya nyadran,” katanya, mengutip Kumparan, Selaa 13 April 2021.

Dia menjelaskan, jika mudik dilakukan secara bertahap, maka tidak akan terjadi mobilitas massa yang besar.

“Sebab kalau waktunya ngambil pada saat lebaran, dan terjadi pergerakan massa yang luar biasa pasti akan naik nanti,” jelas dia.

“Jangan sampai terjadi kemudian gelombang kedua karena kita lengah, dan mudik ini bagian dari pergerakan massa yang paling gede dalam sejarah, sehingga potensi itu mesti kita mitigasi sejak awal. Pengendaliannya itu nanti diikuti, wong pasti nanti ada yang mbolos pasti ada yang nekat,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Ganjar memastikan, seluruh kabupaten di wilayahnya kompak soal pelarangan mudik lebaran. Untuk itu pula, Ganjar mengimbau agar sosialisasi terkait larangan mudik digencarkan.

“Kami juga telah berkomunikasi dengan paguyuban-paguyuban warga Jateng di wilayah Jabar dan DKI Jakarta untuk memberikan pemahaman terkait mudik,” jelas politikus PDI Perjuangan itu.

Artikel Lainnya