PDIP Ungkit Pilgub Jateng, Puan Maharani Disebut Panglima Kemenangan Ganjar, Duitnya Malah Kecil

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Sumatra Expres.

Gejolak dalam tubuh PDI Perjuangan memanas. Hal ini disebabkan persaingan antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani yang muaranya Pilpres 2024. Bergulirnya persaingan ini ditengarai titah kepada putri mahkota, Puan Maharani.

Berdasrakan pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Bapilu PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto yang menilai Pilpres 2024 memandang elektabilitas dan popularitas bukan topik utama mengusung calon presiden.

Pernyaaan ini seolah-olah mengunci Ganjar Pranowo untuk tidak mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024. Terlebih elektabilitas Ganjar terbilang tinggi. Sebaliknya, PDI Perjuangan justru memproyeksikan Puan untuk menggantikan Joko Widodo.

Mengenai elektabilitas Ganjar saat ini, Bambang mengatakan bahwa hal itu tentunya bisa berubah seiring berjalannya waktu. Dia malah mencontohkan Pilkada Jawa Tengah 2013, di mana Ganjar dicalonkan menjadi gubernur. Pada saat itu, elektabilitas Ganjar sangat kecil.

Tetapi kemudian, Ganjar pada akhirnya bisa memenangi Pilgub Jawa Tengah berkat kinerja Puan Maharani.

“Waktu itu kalau gak salah elektoralnya Pak Ganjar baru tiga persen. Dan itu mohon maaf saya jelaskan, yang menjadi panglima tempur Jateng, komandannya Puan Maharani,” kata Bambang mengutip Suara, Rabu 26 Mei 2021.

Bambang mengatakan keinginan memimpin pemenangan Ganjar di Jateng kehendak Puan. Dalam rapat DPP PDI Perjuangan sebelumnya yang membahas Pilgub Jateng, Puan menyampaikan langsung kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Ibu ketua umum mohon izin kalau yang ditetapkan gubernur Ganjar biarkan saya menjadi panglima tempurnya di sana. Itu Mba Puan ngomong,” kata Bambang.

Karena peran Puan di Jateng, kemudian Ganjar bisa meraih kemenangan dalam pemilihan gubernur. Bahkan Bambang sempat mengungkit modal Pilgub yang dikantongi Ganjar pada 2013.

“Coba tanya Mas Ganjar pas myalon dulu duitnya berapa, Rp600 juta bos dan kita tidak terima dan silakan dipake untuk jalan-jalan. Toh akhirnya dalam waktu 3,5 bulan di-racing pertempuran, ditata penuh, dipimpin Puan Maharani jadi tuh ganjar. Lu mau ngomong apa, itu fenomenal,” Bambang menjelaskan.

Bambang Wuryanto mengatakan elektabilitas Ganjar Pranowo yang sekarang diraih, tidak terlepas efek dari pemberitaan. Hal serupa juga terjadi kepada kepala daerah yang disebut-sebut menjadi kandidat capres 2024, mulai dari Anies Baswedan hingga Ridwan Kamil.

Artikel Lainnya